Sunday, October 11, 2026

USU Peduli Hadirkan Harapan Baru Bagi Warga Tapsel

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel), menyambut baik peluncuran Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Desa Binaan Universitas Sumatera Utara (USU) Tahun 2026, yang digelar di Aula Kantor Camat Batangtoru, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut bertema “USU Peduli: Pengabdian Pasca Bencana Hidrometeorologi Melalui Penataan Lingkungan dan Pengembangan UMKM di Kabupaten Tapsel”

- Advertisement -

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Kalaksa BPBD Tapsel Abadi Siregar, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dekan Fakultas Pertanian UGN Dr. Angelia Utari Harahap, unsur akademisi USU, Forum Masyarakat Peduli Literasi Indonesia, para Kepala Desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Aek Ngadol dan Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Batangtoru.

Baca Juga : Pemko Padangsidimpuan Gelar Dzikir Akbar Sambut 1448 Hijriah

Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, melalui Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga menyampaikan apresiasi kepada USU, yang telah memilih Tapsel sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat.

Menurut Jafar, kehadiran USU menjadi bukti nyata bahwa proses pemulihan pasca bencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

“ Kehadiran USU menjadi bukti nyata bahwa pemulihan pasca bencana membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, ” ujar Jafar dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, bencana hidrometeorologi yang melanda Tapsel pada 25 November 2025 memberikan dampak yang sangat besar. Dari 15 Kecamatan yang ada, sebanyak 14 Kecamatan terdampak dengan korban jiwa mencapai 95 orang, disertai kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian yang cukup luas.

Karena itu, lanjutnya, Pemkab Tapsel, tidak mungkin bekerja sendiri dalam proses pemulihan. Sinergi dengan perguruan tinggi, lembaga sosial, organisasi non pemerintah, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat menjadi kebutuhan penting untuk mempercepat kebangkitan daerah

“ Kami tidak akan sanggup membangun Tapsel sendirian. Kami membutuhkan kolaborasi dan dukungan semua pihak. Karena itu kami menyambut baik program USU Peduli yang tidak hanya fokus pada penataan lingkungan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat, ” tegasnya.

Jafar menambahkan, saat ini pemerintah daerah memprioritaskan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Berbagai program telah diluncurkan, mulai dari Gerakan Seribu Hektare Jagung, Gerakan Seribu Kolam, revitalisasi sektor pertanian, hingga pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga nol persen.

Ia juga mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Tapsel pasca bencana mengalami penurunan sekitar 2,7 persen sehingga diperlukan upaya bersama untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“ Bantuan rumah saja tidak cukup. Masyarakat juga membutuhkan sumber penghidupan. Karena itu program-program pemberdayaan ekonomi menjadi prioritas kami agar masyarakat bisa bangkit dan mandiri kembali, ” katanya.

Sementara, Ketua Tim Pelaksana Kreativitas Mahasiswa (PKM) USU Desa Muara Hutaraja, Dr. Oding Affandi, menjelaskan, Program Desa Binaan USU merupakan program berkelanjutan yang akan dilaksanakan selama tiga tahun melalui pendampingan langsung kepada masyarakat.

Di Desa Aek Ngadol, program difokuskan pada revitalisasi pertanian pasca bencana, pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, penanaman bibit produktif, peningkatan literasi, serta pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana.

Sebagai bentuk dukungan, USU juga menyerahkan bantuan dua unit hand tractor untuk mendukung pemulihan sektor pertanian.

“ Program ini bukan kegiatan seremonial semata. Kami akan terus melakukan pendampingan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya dalam jangka panjang, ” ujar Oding.

Lihat Juga : Said Aldi Al Idrus Kukuhkan AMPG DKI Jakarta, Serahkan Mobil Operasional

Sedangkan di Desa Muara Hutaraja, program akan diarahkan pada pengembangan ekonomi kreatif masyarakat, pemberdayaan kelompok usaha, peningkatan literasi, serta dukungan sarana administrasi desa berupa peralatan kantor dan perangkat komputer.

” Melalui program USU Peduli, diharapkan proses pemulihan pasca bencana di Kabupaten Tapsel dapat berjalan lebih cepat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat agar bangkit lebih kuat dan mandiri, ” terangnya

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Masyarakat Peduli Literasi Indonesia, Dr. Agus Marwan, menyerahkan bantuan 400 buku bacaan kepada masyarakat.

Bantuan tersebut terdiri dari buku cerita anak, pendidikan karakter, motivasi, keterampilan, dan buku keagamaan yang diharapkan dapat memperkuat budaya literasi melalui perpustakaan desa maupun rumah baca.

Kegiatan ditandai dengan peluncuran resmi Program Pengabdian Kepada Masyarakat Desa Binaan USU Tahun 2026 serta penyerahan berbagai bantuan secara simbolis kepada masyarakat Desa Aek Ngadol dan Desa Muara Hutaraja.(Wan)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya