Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) memperkuat fokus pembangunan di sektor ketahanan pangan menyusul dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Tapsel, sekitar 4.000 hektare sawah masyarakat terdampak dan tidak dapat ditanami.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga saat mewakili Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Aula Kantor Camat Saipar Dolok Hole (SD. Hole), Rabu (11/2/2026).
Baca Juga : Simpan Sabu di Jaket, Pria di Karo Diciduk Polisi
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan, Musrenbang memiliki peran penting sebagai pedoman utama dalam menentukan arah pembangunan daerah, khususnya dalam merespons kondisi pasca bencana.
“ Kondisi saat ini menuntut kita untuk merumuskan program pembangunan yang tepat. Arah pembangunan harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan nasional, ” ujar Jafar Ritonga.
Ia menjelaskan, dampak banjir yang terjadi telah memberikan tekanan besar terhadap sektor pertanian, yang menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan daerah.
“ Ada sekitar 4.000 hektare sawah masyarakat terdampak banjir, dalam artian tidak bisa tanam. Dari angka tersebut, kita sudah bisa menghitung berapa ton padi yang akan hilang dari Tapsel akibat keadaan ini, ” jelasnya.
Menurut Jafar, selain penanganan kerusakan lahan pertanian, pemerintah daerah juga telah mengambil langkah dalam membantu masyarakat terdampak, termasuk penyediaan hunian bagi korban banjir.
“ Kita sudah menyiapkan rumah bagi masyarakat yang terdampak banjir. Namun, keberlangsungan kehidupan mereka ke depan juga harus menjadi perhatian bersama, ” tambahnya.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana dalam setiap perencanaan pembangunan.
Ia meminta Kepala Desa dan Lurah agar mempertimbangkan aspek pengurangan risiko bencana dalam setiap usulan program.
“ Usulan pembangunan boleh sebanyak-banyaknya sebagai bahan pertimbangan di Musrenbang Kabupaten nantinya. Tetapi mitigasi bencana harus kita perkuat agar pembangunan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan dampak di kemudian hari, ” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jafar juga menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah pusat, termasuk Koperasi Merah Putih yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“ Koperasi Merah Putih ini sangat penting sebagai perpanjangan tangan untuk menggerakkan roda perekonomian di Tapsel, khususnya di Kecamatan SD. Hole, ” katanya.
Lihat Juga : Tingkatkan Pelayanan Publik, OPD Pemprov Sumut Diminta Aktif Kelola Pengaduan melalui SP4N LAPOR
Sementara itu, Anggota DPRD Tapsel Muhammad Rawi Ritonga menilai Musrenbang sebagai fondasi awal pembangunan sekaligus momentum pemulihan pasca bencana.
“ Musrenbang ini menjadi awal pondasi pembangunan Tapsel ke depan. Usulan yang diberikan harus benar-benar prioritas, walaupun tidak semuanya dapat terpenuhi. Kita berharap pembangunan ke depan tetap berpatokan pada kemampuan pendapatan daerah, ” ujarnya.
Kegiatan Musrenbang RKPD tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Camat SD. Hole, unsur Forkopimcam, Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan SD. Hole, organisasi perangkat daerah, serta Ketua TP PKK tingkat Kecamatan, Desa dan Kelurahan. (Wan)

