Wartalive.co.id – Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe menegaskan pentingnya kebangkitan transportasi udara di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) sebagai langkah strategis mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka keterisolasian wilayah.
Pernyataan tersebut disampaikan Letnan Dalimunthe dalam kegiatan Diskusi Pengembangan Moda Transportasi Udara wilayah Tabagsel yang digelar di Cafe Five & Co, Padangsidimpuan, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) itu dihadiri sejumlah kepala daerah dan pimpinan DPRD se-Tabagsel, di antaranya Bupati Madina Saipullah Nasution, Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu, perwakilan Kepala Daerah Padang Lawas Utara (Paluta) dan Kabupaten Padang Lawas (Palas), serta Ketua DPRD se Tabagsel
Baca Juga : Kotak Rokok Berisi Sabu Antar AAH ke Tangan Polisi
Dalam forum tersebut, seluruh Kepala Daerah dan pimpinan DPRD menyatakan komitmen bersama mendukung pengembangan moda transportasi udara melalui deklarasi bertajuk “Langit Tabagsel Tidak Boleh Kosong”.
Wali Kota Letnan Dalimunthe menyebut konektivitas udara menjadi kebutuhan penting bagi wilayah Tabagsel untuk meningkatkan daya saing daerah, mempercepat mobilitas masyarakat dan membuka peluang investasi.
Menurutnya, kehadiran jalur penerbangan yang aktif tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
“ Dari bandara ini akan kita terbangkan ekonomi, kita terbangkan pariwisata, kita terbangkan harapan anak-anak kita, ” demikian salah satu poin deklarasi yang dibacakan bersama para kepala daerah dan pimpinan DPRD Tabagsel.
Diskusi tersebut juga membahas pengembangan Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di Kabupaten Madina.
Bandara dengan kode IATA JHN itu diproyeksikan menjadi penghubung utama kawasan Tabagsel dengan Kota Medan melalui rute penerbangan ATR 72-500/600.
Saat ini, bandara tersebut memiliki runway sepanjang 1.450 meter dengan lebar 30 meter, apron berukuran 105 x 65 meter, serta terminal seluas 2.537 meter persegi dengan kapasitas mencapai 100 hingga 150 ribu penumpang per tahun.
Wali Kota Letnan Dalimunthe berharap sinergi seluruh pemerintah daerah di Tabagsel dapat mempercepat realisasi pengembangan transportasi udara demi mendukung kemajuan kawasan.
Ia menilai, kebangkitan jalur udara akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Tabagsel yang lebih maju, terhubung, dan kompetitif di masa mendatang. (Wan)

