Monday, October 12, 2026

Warga Medan Mengeluh, Listrik Padam, Air Mati, Kriminalitas Meningkat

Baca Juga

Wartalive.co.id – Kehidupan warga Kota Medan dalam beberapa pekan terakhir terasa kian mencekam dan penuh penderitaan. Bagaimana tidak, masyarakat ibu kota Provinsi Sumatra Utara ini harus dihadapkan pada kenyataan pahit akibat pemadaman listrik yang tak kunjung usai, krisis air bersih yang melumpuhkan aktivitas domestik, hingga meningkatnya angka kriminalitas di tengah kegelapan. Perpaduan masalah ini membuat warga merasa dianaktirikan di kota sendiri.

Kondisi ini memicu gelombang keluhan dari berbagai penjuru kota, salah satunya dari kawasan Simpang Selayang. Warga di daerah tersebut mengaku sangat terpukul dengan buruknya pelayanan publik yang terjadi secara bersamaan. Listrik yang sering padam secara mendadak terbukti tidak hanya merusak alat elektronik, tetapi juga membuka celah bagi para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya di tengah pemukiman warga.

- Advertisement -

John, salah seorang warga Simpang Selayang, mengungkapkan kepedihan serta kekhawatirannya yang mendalam atas situasi pelik ini. Ia membeberkan bagaimana lingkungan tempat tinggalnya menjadi tidak aman lagi semenjak krisis energi dan air ini melanda kawasan mereka selama berminggu-minggu.

Baca Juga : Pertamax Naik Jadi Rp16.650 Per Liter, Warga Mulai Lirik Pertalite

“Sengsara kalilah berapa minggu kebelakang ini, yang mati lampu, mati air, maling. Beberapa hari lalu ada rumah kemalingan malam-malam disini, posisinya mati lampu, yang punya rumah keluar ntah kemana. Pas pulang rumahnya uda beserak, maling masuk lewat kaca. Maling begal makin banyak yang ada di Medan ini, bukan makin berkurang. Sekarang mati air dari hari senin disini, sampai hari ini masih mati,” ujar John.

Dampak buruk dari karut-marutnya pelayanan fasilitas publik ini ternyata tidak hanya merugikan sektor rumah tangga, melainkan juga memukul telak para pelaku usaha mikro. Para pedagang kecil yang menggantungkan perputaran ekonomi harian mereka dari ketersediaan listrik dan air bersih kini hanya bisa gigit jari melihat pendapatan mereka yang merosot tajam.

Hal senada juga dirasakan oleh Herman, seorang pedagang yang sehari-hari mencari nafkah di kawasan Simpang Pemda. Ia mengeluhkan bahwa rentetan kesengsaraan ini bermula sejak pemadaman massal yang melanda seluruh wilayah Sumatra beberapa waktu lalu, yang kemudian berbuntut pada pemadaman bergilir berkepanjangan hingga pemutusan aliran air secara total.

Lihat Juga : Bobby Minta PLN Segera Tuntaskan Krisis Listrik di Sumut

“Mati lampu bergilir dari kemarin yang mati lampu se sumatera itu. Dari tanggal 22 Mei, mati lampu masal kemarin, setelah itu mati bergiliran sampai hari ini. Sekarang ditambah lagi mati air PDAM, mau nyetok air pun gabisa, karena mati sama sekali. Kalau tadi hidup tapi kecil masih lumayan, ini mati sama sekali. Kalau telat bayar ngancam mau diputus, pas mati kayak gini cmana? Gak ada juga tanggung jawab orang itukan. Kalo orang itu (PLN & PDAM) yang salah bisa minta maaf, kalo kami yang telat bayar mana bisa minta-minta maaf, langsung putus meteran,” keluh Herman.

Ketidakpuasan yang diutarakan oleh Herman mencerminkan ketidakadilan yang dirasakan oleh ribuan masyarakat Medan saat ini. Warga menuntut adanya transparansi, ganti rugi, serta langkah konkret dari pihak PLN dan PDAM Tirtanadi, bukan sekadar permohonan maaf klise di media massa sementara hak-hak konsumen terus diabaikan tanpa adanya solusi jangka panjang yang jelas.(febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya