Monday, October 12, 2026

Warga Tangkap Buaya Muara 4,5 Meter Pakai Kail Umpan Monyet

Baca Juga

 Labuhan Batu Utara-Buaya muara yang sering menampakkan diri di tepi Sungai Kualuh di Kampung Masjid, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatra Utara saat berjemur dengan panjang 4,5 meter berhasil ditangkap warga menggunakan kail.

Buaya itu selalu menampakkan diri dan sangat menghawatirkan warga Kelurahan Kampung Mesjid dan Desa Telukpiai. Terlebih Sungai Kualuh itu adalah sarana untuk mencari nafkah bagi warga pesisir yang kebanyakan sebagai petani dan nelayan tradisional.

- Advertisement -

“Daerah kami merupakan daerah pesisir Kabupaten Labura dan Sungai Kualuh ini merupakan sarana dan prasara transportasi air, baik para nelayan tradisional maupun para petani sawit untuk membawa hasil bumi mereka ke tangkasan,” ujar Zainal.

Baca Juga : Kampung Spiritual dan Ritualisme Batak

Dengan demikian, sebut Zainal, bila ada yang menjadi momok seperti buaya muara tentu mereka akan berusaha untuk mencari keberadaannya dan berusaha untuk menangkap dengan alat kail seadanya. Menurut keterangan salah satu warga yang juga merupakan nelayan tradisional, R Simajuntak (56), memang buaya muara di Sungai Kualuh ini sangat banyak.

Jumlahnya bahkan mencapai ratusan ekor, apa lagi setiap tahunnya berkembang biak, tentu terus bertambah, sehingga lebih banyak lagi yang berkeliaran dan berjemur sambil menunggu mangsa pada siang hari dan malam.

Ia menyebutkan, kronologi awal penangkapan buaya muara tersebut berawal dari mereka memasang pancing dengan menggunakan umpan seekor monyet. Sehabis magrib dan diketahui dapatnya buaya muara tersebut berkisar pukul 24.000 WIB dan paginya langsung dievakuasi ke tangkahan Ujung Tanjung dengan menggunakan sampan boat (miskur-red).

Ditambahkannya, memang pihaknya pernah didatangi tamu dari BKSDA dan BPBD Labura dan Tehknisi Wil III Kisaran untuk menjaring buaya buaya tersebut, namun belum juga nampak hasil yang diharapkan. Diharapkannya, BKSDA dan BPBD Labura dapat terjun langsung ke wilayah rawan buaya muara itu secara rutin. Hal ini dimohonkannya agar populasi buaya yang sangat meresahkan dapat dikendalikan.

“Kami berharap hasil pancingan ini tidak menjadikan permasalahan, ini semata demi untuk keselamatan para nelayan pencari ikan dan petani kelapa sawit yang selalu menggunakan sarana sungai Kualuh ini untuk sarana transportasi,” pintanya.(BA)

Editor : Indra Sikoembang

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya