Wartalive.co.id – Kondisi keamanan di jembatan layang atau Fly Over Amplas, Medan, kian meresahkan warga dan pengguna jalan (3/5). Kawasan yang menjadi urat nadi penghubung antara Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang ini dilaporkan menjadi titik rawan aksi kriminalitas jalanan, khususnya pembegalan, saat memasuki waktu tengah malam hingga dini hari.
Kurangnya penerangan di beberapa titik serta situasi jalanan yang sangat sepi di atas jembatan menjadi celah bagi para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya. Para pelaku disinyalir kerap mengincar pengendara sepeda motor yang melintas sendirian tanpa adanya pengawalan atau iring-iringan kendaraan lain.
Keresahan ini dibenarkan oleh Ronal, salah seorang warga yang tinggal di sekitar kawasan Amplas. Menurutnya, kabar mengenai adanya korban begal di atas fly over tersebut sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat setempat, terutama mengenai jam-jam rawan di mana pelaku mulai beraksi.
Baca Juga : DPRD Padangsidimpuan Tegaskan Tak Intervensi Kasus Dugaan Penggelapan SK
“Malam hari memang sering kejadian di atas fly over Amplas ini. Seringnya jam 12 keatas lah. Ngeliat langsung kejadiannya belum pernah, tapi pas pagi hari dengar ada yang dibegal diatas ada, dan cukup sering,” ujar Ronal.
Senada dengan warga, para pengemudi ojek online (ojol) yang sering melintasi rute tersebut juga mengaku sudah sangat paham dengan risiko keamanan di jembatan itu. Mereka bahkan memiliki aturan tidak tertulis untuk menghindari jalur atas jika hari sudah berganti malam demi menjaga keselamatan nyawa dan kendaraan mereka.
Rahman, salah satu pengemudi ojek online yang sering mangkal di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa jalur bawah jauh lebih aman dibandingkan harus memaksakan diri melewati fly over. Ia menjelaskan bahwa kehadiran aktivitas manusia di jalur bawah menjadi faktor utama yang mencegah pelaku begal beraksi di sana.
“Iya memang betul di fly over Amplas ini memang sering kejadian begal. Saat sudah tengah malam, jam 1 atau 2. Kami driver ojol sudah tau lah, kalau malam jangan lewat atas (fly over). Kami selalu lewat bawah kalau malam, karena kalau dibawah ini mau jam berapa aja pasti ada orang, ada becak, warung kopi, terminal bus, angkot. Tengah malam pasti ada oranglah dibawah, kalau diatas sepi, disitula begal-begal itu beraksi,” ungkap Rahman dengan tegas.
Baca Juga : “Kapten” Pelaku Curas di Padangsidimpuan Dibekuk Polisi
Kondisi yang kontras antara jalur atas yang sunyi dan jalur bawah yang ramai membuat para pengendara kini lebih memilih jalur bawah, walau harus memakan waktu sedikit lebih lama. Masyarakat berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan patroli secara rutin di atas jembatan layang tersebut, terutama pada jam-jam kecil untuk menekan angka kriminalitas.(Febrian)

