Saturday, October 10, 2026

45 Hari Pascabencana, Ratusan Siswa di Tapsel Masih Belajar di Tenda

Baca Juga

WartaLive.co.id — Sudah 45 hari pascabencana banjir, banjir bandang, longsor, dan tanah bergerak yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), ratusan anak usia sekolah dasar masih harus menjalani proses belajar mengajar di tenda-tenda darurat pengungsian. Hingga kini, pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak belum menunjukkan perkembangan signifikan, (11/01/2026)

Bencana banjir, banjir bandang, longsor, dan tanah bergerak yang melanda Tapanuli Selatan sejak akhir November 2025 menyebabkan sejumlah sekolah dasar rusak berat bahkan hilang tersapu banjir. Beberapa sekolah hingga kini belum dapat digunakan karena tertimbun material longsor, terendam air sungai, atau berada di zona retakan tanah berbahaya.

- Advertisement -

Sekolah yang terdampak parah antara lain SDN 100714 Garoga yang nyaris rata dengan tanah, SDN 100704 Huta Godang yang masih tertimbun lumpur, SDN Lobu Uhom dengan bangunan retak berat, serta SDN 100207 Tandihat yang mengalami kerusakan struktural akibat pergerakan tanah. Sementara itu, SDN 101305 Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, masih terendam air Sungai Batangtoru sejak banjir 25 November lalu.

Baca Juga : Presiden Prabowo Salurkan 200 Unit Becak Listrik di Tulungagung

Hingga kini, kondisi sekolah-sekolah tersebut belum menunjukkan perubahan berarti. Di SDN Garoga, bangunan hanya menyisakan satu dinding, sedangkan SDN Huta Godang masih dipenuhi lumpur dan belum layak digunakan.

Akibat kerusakan tersebut, 111 siswa SDN Garoga dan 97 siswa SDN Huta Godang terpaksa menumpang belajar di SD Batu Hula dengan sistem pembelajaran bergantian. Sementara itu, 197 siswa SDN Bandar Tarutung menjalani proses belajar mengajar di dua unit tenda darurat yang disediakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Sejak masuk sekolah setelah libur, anak saya belajar di tenda. Air juga belum surut seperti biasanya,” ujar Nuraini Simbolong, warga Desa Bandar Tarutung.

Kondisi serupa juga dialami SD 100711 di Kecamatan Batang Toru yang menggelar kegiatan belajar di tenda darurat dengan fasilitas terbatas. Sekolah tersebut menampung lebih dari 200 siswa dari dua sekolah terdampak.

Lihat Juga : Rumah Semi Permanen Ludes Terbakar, Rugi Rp50 Juta

Meski para siswa tetap antusias mengikuti pembelajaran, kondisi ini dinilai tidak dapat berlangsung lama karena berisiko terhadap keselamatan dan kualitas pendidikan. Berdasarkan data Dapodik dan BOS Kemendikdasmen, lebih dari 600 siswa di Tapanuli Selatan terdampak bencana ini.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan terabaikannya hak dasar anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan aman, sekaligus menunggu kehadiran nyata pemerintah dalam memastikan pemulihan sektor pendidikan pascabencana tidak berlarut-larut.(Sry)

Sumber: KompasTv

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya