Wartalive.co.id – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, kembali menunjukkan kepeduliannya dengan turun langsung meninjau lokasi terdampak bencana di Kecamatan Pandan (14/4). Kehadiran Gubernur Sumatera Utara ini bertujuan untuk mendengar langsung keluhan warga sekaligus memastikan langkah penanganan infrastruktur berjalan sesuai rencana guna mencegah bencana serupa terulang kembali.
Dalam kunjungan tersebut, Bobby menyimak dengan saksama kekhawatiran masyarakat mengenai kondisi Sungai Aek Panjaitan. Debit air sungai tersebut diketahui meningkat sangat cepat setiap kali hujan turun, yang memicu ketakutan akan banjir susulan. Menanggapi hal itu, Bobby menegaskan bahwa aliran sungai akan segera dinormalisasi dan diperkuat dengan pembangunan tanggul atau sheetpile untuk mencegah erosi.
“Untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir, aliran sungai akan dinormalisasi dan dilanjutkan dengan pembangunan tanggul. Proses ini kami upayakan segera berjalan seiring dengan dipercepatnya penyaluran bantuan dan jaminan hidup bagi masyarakat terdampak,” ujar Bobby di hadapan warga yang berkumpul.
Baca Juga : Wisuda Al-Ahgaff: 10 Mahasiswa Sumut Raih Gelar Lc
Respon masyarakat terhadap rencana pembangunan tersebut sangat positif. Bahkan, beberapa warga menyatakan kerelaannya jika lahan mereka harus terdampak sedikit demi kepentingan umum. “Walaupun pekarangan rumah kami kena sedikit untuk perbaikan sungai tidak apa-apa Pak, yang penting tidak banjir seperti kemarin lagi. Yang penting kami bisa tinggal dengan nyaman,” ungkap salah seorang warga dengan nada penuh harap.
Namun, di sela-sela pembahasan infrastruktur, suasana sempat menghangat saat warga menagih janji terkait Jaminan Hidup (Jadup). Warga mengeluhkan bahwa hingga saat ini mereka belum menerima bantuan dana tersebut, sementara warga di wilayah lain dikabarkan sudah mendapatkannya. “Sampai saat ini kami belum menerima jaminan hidup Pak, padahal di tempat yang lain sudah dapat,” protes warga langsung kepada Bobby.
Mendengar keluhan yang cukup krusial tersebut, Bobby Nasution langsung memberikan klarifikasi di tempat. Ia menjelaskan bahwa pengerjaan fisik sungai dijadwalkan akan dimulai pada bulan Mei mendatang. Terkait keterlambatan Jadup, ia mengungkapkan bahwa seharusnya bantuan untuk bulan Januari, Februari, dan Maret sudah tersalurkan kepada masyarakat yang terdata.
Lihat Juga : Parkir Liar Marak di Depan Kanwil Kemenkumham Sumut, Picu Kemacetan
“Jaminan hidup itu seharusnya sudah didapat semua masyarakat. Mengapa yang di sini belum dapat? Karena ternyata belum ada datanya masuk ke kami. Sebagai perbandingan, di Tapsel dan Taput hampir semua bantuan jaminan hidupnya sudah tersalurkan dengan lancar,” jelas Bobby memberikan pengertian kepada warga yang hadir.
Sebagai penutup kunjungannya, Bobby menginstruksikan tim terkait untuk segera melakukan pendataan ulang agar masyarakat Kecamatan Pandan tidak tertinggal dalam menerima haknya. Ia berkomitmen agar sinkronisasi data antara pemerintah daerah dan pusat dipercepat, sehingga bantuan ekonomi dan perbaikan infrastruktur dapat berjalan beriringan demi kesejahteraan warga.(febrian)
Sumber: bobbynst

