Wartalive.co.id – Kondisi infrastruktur di Kota Medan kembali menjadi sorotan tajam. Memasuki pertengahan April ini, tepatnya pada Senin (20/4), ruas Jalan Brigjen Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, terpantau mengalami kerusakan yang cukup memprihatinkan. Lubang-lubang dengan berbagai ukuran menghiasi sepanjang aspal, menciptakan hambatan serius bagi setiap pengendara yang melintas.
Kerusakan jalan yang masif di sepanjang jalur ini dilaporkan sangat mengganggu mobilitas harian masyarakat. Sebagai salah satu urat nadi transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah di Medan Selatan, kepadatan kendaraan di titik ini sering kali memicu kemacetan panjang. Para pengendara dipaksa melambat secara signifikan untuk menghindari lubang yang dalam, terutama saat hujan yang membuat jalanan menjadi licin dan berbahaya.
Keluhan datang dari para pengguna jalan yang setiap harinya menggantungkan hidup di aspal, salah satunya Saleh. Sebagai seorang driver ojek online yang kerap mangkal dan melintasi kawasan tersebut, ia merasa sangat dirugikan oleh kondisi jalan yang tak kunjung mulus. Menurutnya, masalah ini seolah dibiarkan tanpa adanya solusi yang bersifat permanen dari pihak terkait.
Baca Juga : Harga BBM Non-Subsidi Melonjak Drastis Per 18 April
“Jalan di sini sudah lama sekali tidak ada perbaikan. Terakhir cuma ditambal-tambal saja, itu pun sudah rusak kembali sekarang. Tambal sulam itu tidak tahan lama, baru dilewati sebentar sudah hancur lagi,” ujar Saleh.
Kekecewaan senada juga diungkapkan oleh Wahyudi, salah seorang warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Ia menyoroti beban kendaraan yang melintas sebagai pemicu utama cepatnya kerusakan aspal. Menurut pengamatannya, volume kendaraan bertonase besar yang melintas di Jalan Brigjen Zein Hamid memang sangat tinggi setiap harinya.
Lihat Juga : Upah Belum Dibayar, Pekerja PT PSU di Patiluban Hentikan Aktivitas
“Jalan rusak di sini karena truk-truk berat banyak lewat. Truk-truk itu biasanya datang dari arah Deli Tua, lewat ke sini. Mereka membawa material alam seperti batu kali dan pasir yang tonasenya jelas sangat berat. Jadi ya wajar saja aspalnya tidak kuat menahan beban terus-menerus hingga akhirnya jebol,” ungkap Wahyudi menjelaskan situasi lapangan.
Lebih lanjut, Wahyudi memberikan saran teknis kepada pemerintah kota agar segera melakukan peningkatan kualitas jalan dengan material yang lebih kokoh. Ia menilai penggunaan aspal biasa sudah tidak relevan lagi untuk jalur yang menjadi perlintasan utama angkutan logistik dan material bangunan tersebut.
“Kalau yang lewat truk-truk berat begitu, sekalian saja jalan ini dibeton. Kalau hanya pakai aspal biasa ya begini terus jadinya, gampang rusak dan bolong-bolong. Kami berharap pemerintah tidak cuma tutup mata, segera memperbaikinya, agar masyarakat nyaman lewat sini,” pungkasnya menutup pembicaraan.(febrian)

