Sunday, October 11, 2026

Perempuan Jangan Lagi Dipinggirkan, Ini Zaman Kartini Memimpin

Baca Juga

Wartalive.co.id – Momentum peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April kembali menjadi pengingat penting akan perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan hak perempuan di Indonesia.

Di tengah perkembangan zaman, semangat tersebut dinilai semakin relevan untuk mendorong perempuan mengambil peran strategis dalam berbagai sektor kehidupan.

- Advertisement -

Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, Sri Fitrah Munawaroh Nasution, menegaskan, perempuan saat ini tidak lagi berada di ruang terbatas, melainkan telah menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, baik di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, hingga politik.

Baca Juga : Bobby: WFH Bukan untuk Liburan, ASN Harus Tetap Disiplin

“ Perempuan harus berani tampil dan mengambil peran strategis. Hari Kartini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat posisi perempuan sebagai penggerak pembangunan, ” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menyebutkan, kontribusi perempuan di Kota Padangsidimpuan terus menunjukkan peningkatan, mulai dari pelaku usaha, tenaga pendidik, hingga keterlibatan dalam pemerintahan.

Namun demikian, masih diperlukan dukungan nyata agar perempuan memiliki akses yang setara terhadap peluang dan pengambilan keputusan.

DPRD, lanjutnya, berkomitmen untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan perempuan dan perlindungan terhadap hak perempuan dan anak. Hal ini dinilai penting guna menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Dalam refleksinya, Ketua DPRD juga menegaskan, perjuangan Kartini hari ini telah mengalami pergeseran makna yang lebih luas.

Jika dahulu R.A. Kartini berjuang melalui tulisan dari balik pingitan, maka kini perjuangan tersebut hadir dalam bentuk keberanian perempuan untuk menyuarakan gagasan di ruang-ruang publik.

“ Perjuangan Kartini hari ini bukan lagi tentang surat di balik pingitan, melainkan tentang keberanian perempuan untuk menyampaikan ide, kritik dan solusi di ruang publik, termasuk dalam proses pengambilan kebijakan, ” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika pada masa lalu Kartini berjuang agar perempuan mendapatkan akses pendidikan, maka saat ini perjuangan tersebut berlanjut pada bagaimana perempuan mampu mengisi posisi-posisi strategis, termasuk di lembaga legislatif.

Menurutnya, perjuangan masa kini tercermin dalam kerja nyata, seperti penyusunan peraturan daerah yang pro-rakyat, pengawasan anggaran yang transparan, serta memastikan pembangunan menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Di era modern, lanjutnya, Kartini masa kini juga dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam menghadapi arus digitalisasi dan kecerdasan buatan.

“ Perempuan hari ini tidak boleh gagap teknologi. Di tengah arus digitalisasi dan AI, narasi perjuangan Kartini adalah tentang literasi, bagaimana perempuan mampu memahami, memanfaatkan dan mengendalikan perkembangan teknologi untuk kemajuan bersama, ” tegasnya.

Ia juga mengaitkan semangat perjuangan Kartini dengan makna mendalam dari ungkapan legendarisnya, ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’.

“ Makna ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ hari ini adalah memutus rantai ketidaktahuan dengan ilmu pengetahuan, serta mengganti keraguan dengan keberanian untuk memimpin. Perjuangan Kartini adalah perjuangan kolektif, untuk memastikan setiap kebijakan yang kita lahirkan hari ini menjadi warisan terbaik bagi generasi mendatang, ” tambahnya.

Ia juga menyoroti semakin menguatnya peran perempuan di lembaga legislatif baik di pusat, Propinsi hingga tingkat Kabupaten / Kota, khususnya di Kota Padangsidimpuan.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 9 perempuan yang duduk sebagai anggota DPRD Kota Padangsidimpuan dari berbagai partai politik.

“ Ini merupakan kemajuan yang patut kita apresiasi. Kehadiran perempuan di Legislatif bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi membawa perspektif yang berbeda dalam merumuskan kebijakan, khususnya yang menyangkut kepentingan perempuan dan anak, ” ujarnya.

Ia juga menegaskan, stigma lama yang membatasi peran perempuan harus ditinggalkan tanpa harus ‘melawan’ kodrat sebagai kaum perempuan.

Menurutnya, perempuan tidak lagi hanya berkutat pada urusan domestik semata, melainkan harus berani tampil dan mengambil peran di ruang publik.

“ Perempuan tidak hanya berkutat di sumur, dapur dan kasur. Lebih dari itu, perempuan harus berani tampil dan sejajar dengan kaum pria di berbagai bidang, termasuk di dunia politik dan pengambilan kebijakan, ” tegasnya.

Lihat Juga : Jalan Brigjen Zein Hamid Rusak Parah, Warga Keluhkan dan Minta Perbaikan Permanen

Menurutnya, keberadaan perempuan di DPRD menjadi kekuatan penting dalam mendorong lahirnya regulasi yang lebih responsif gender.

Ia juga berharap jumlah keterwakilan perempuan di legislatif dapat terus meningkat di masa mendatang.

“ Perempuan harus terus didorong untuk berani terjun ke dunia politik. Dengan begitu, kebijakan yang dihasilkan akan semakin inklusif dan mewakili seluruh lapisan masyarakat, ” tambahnya.

” Peringatan Hari Kartini tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan masa lalu, tetapi juga menjadi titik tolak untuk memperkuat peran perempuan di masa kini dan masa depan, khususnya di Kota Padangsidimpuan, ” ungkapnya. (Wan)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya