Tuesday, October 13, 2026

Tapsel Dorong Penguatan Irigasi Hadapi Kekeringan Ekstrem

Baca Juga

Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian terkait prediksi kekeringan ekstrem tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat RI, di Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).

Rakor nasional tersebut merupakan tindak lanjut dari prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengenai potensi kekeringan ekstrem pada 2026, sekaligus arahan pemerintah pusat dalam memperkuat program swasembada pangan berkelanjutan di seluruh daerah.

- Advertisement -

Usai mengikuti rapat, Gus Irawan yang didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Tapsel Taufik Batubara menilai kegiatan tersebut sangat strategis dalam mendorong kebijakan pertanian nasional dan memperkuat kesiapan daerah menghadapi dampak perubahan iklim.

Baca Juga : Perempuan Jangan Lagi Dipinggirkan, Ini Zaman Kartini Memimpin

“ Saya kira ini sesuatu yang sangat baik untuk mendorong keputusan pembangunan pertanian kita. Paparan Pak Menteri sangat komprehensif dan hari ini masuk tahap finalisasi, terutama terkait bantuan APBN untuk penguatan irigasi, ” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Tapsel sangat membutuhkan dukungan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Hal ini menyusul bencana pertanian yang menyebabkan lebih dari 3.000 hektare lahan sawah mengalami gagal panen.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap optimistis dapat menutup kekurangan produksi melalui peningkatan produktivitas dan saat ini, rehabilitasi lahan sekitar 600 hektare dari Kementerian Pertanian tengah berjalan.

“ Walaupun ada sekitar 3.000 hektare sawah yang gagal panen, kita optimistis dapat menutup gap produksi melalui peningkatan produktivitas. Di samping rehabilitasi lahan sekitar 600 hektare yang sedang berjalan, peningkatan produktivitas menjadi prioritas utama, ” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel juga mengembangkan varietas padi unggul tahan kekeringan, yakni Gamagora, dimana varietas ini telah diuji di empat lokasi dan mampu menghasilkan hingga 9,6 ton per hektare.

Pemerintah daerah juga melatih para penangkar benih untuk memastikan ketersediaan benih Gamagora, seiring menurunnya debit air akibat perubahan iklim dan pemanasan global.

“ Gamagora menjadi salah satu jawaban atas persoalan kekurangan air di sawah-sawah kita. Ini solusi jangka panjang menghadapi climate change, ” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan, pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai program antisipasi kekeringan.

Program tersebut meliputi penyediaan bibit tahan kekeringan, mekanisasi pertanian, pembangunan embung, pompanisasi, serta penguatan jaringan irigasi nasional.

Ia menyebutkan total dukungan anggaran sektor pertanian mencapai sekitar Rp40 triliun, termasuk untuk penguatan irigasi dan pengembangan perkebunan, guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global.

Lihat Juga : Bobby: WFH Bukan untuk Liburan, ASN Harus Tetap Disiplin

“ Daerah yang serius, datanya jelas dan kepala daerahnya responsif tentu akan menjadi prioritas. Program ini untuk rakyat, jadi harus dikawal bersama, ” tegasnya.

Mentan berharap Rakor mitigasi kekeringan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui produktivitas pertanian yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

” Melalui rakor tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan indeks pertanaman di wilayah upland, dari satu kali tanam menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun melalui optimalisasi sumber air seperti embung, sungai, sumur dalam dan pompanisasi, ” sebutnya. (Wan)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya