Wartalive.co.id — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara mengungkapkan bahwa peredaran narkotika di wilayahnya kini kian mengkhawatirkan. Jalur distribusinya tidak lagi hanya berpusat di kawasan perkotaan, melainkan sudah merambah secara masif hingga ke tingkat pedesaan.
Kondisi tersebut menempatkan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bertahan di posisi pertama secara nasional sebagai wilayah dengan jumlah pengguna narkoba terbanyak di Indonesia. Fenomena ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum setempat.
Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho, membeberkan data mencengangkan terkait persentase penyalahgunaan barang haram tersebut. Hal ini disampaikannya saat melakukan audiensi langsung di Kantor Gubernur Sumut.
Baca Juga : Aksi Knalpot Brong di Jalan Raya Tuai Keluhan Masyarakat
“Dari sekitar 15 juta total penduduk Sumut, terdapat 10 persen yang menjadi pengguna narkoba. Tingkat penyebarannya pun belakangan ini sudah merambah hingga ke desa-desa,” ujar Brigjen Pol Tatar Nugroho pada Selasa (2/6).
Menurut Tatar, posisi geografis Sumatera Utara yang strategis justru menjadi salah satu pemicu utama tingginya angka penyelundupan. Wilayah ini dikelilingi oleh banyak titik rawan, terutama di bagian selatan, yang kerap dimanfaatkan para bandar sebagai pintu masuk utama.
Pergeseran tren pemakai juga mulai bergeser ke arah yang mengkhawatirkan. Jika pada tahun 2025 penyalahgunaan narkoba didominasi oleh kelompok usia produktif antara 15 hingga 45 tahun, kini barang terlarang tersebut sudah mulai menyasar anak-anak usia sekolah.
Meski menghadapi kendala keterbatasan anggaran operasional, BNNP Sumut mengklaim tetap berkomitmen melakukan pengetatan di kawasan pedesaan dan jalur tikus. Upaya ini dikabarkan mulai membuahkan hasil dengan penurunan angka peredaran di beberapa titik.
Melalui pertemuan ini, Tatar berharap sinergi antara BNNP dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dapat berjalan lebih solid. “Kami sangat mengapresiasi sambutan Bapak Gubernur, kami berharap momentum audiensi ini dapat memperkuat kolaborasi nyata dengan Pemprov Sumut guna menyelamatkan generasi bangsa,” tambahnya.
Lihat Juga : Mati Lampu Berulang, Simpang Pemda dan Simpang Selayang Lumpuh Diterjang Macet
Merespons laporan tersebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution menyatakan komitmen penuhnya untuk menyokong BNNP dari segi pendanaan demi pemberantasan yang tuntas. Namun, ia menegaskan agar strategi penindakan diprioritaskan pada gerbang utama penyelundupan.
“Kita minta program konkret dari BNNP. Mengenai anggaran, Pemprov Sumut akan berupaya membantu. Kita harus serius agar Sumut benar-benar terbebas dari narkoba,” tegas Bobby Nasution.
Sebagai langkah antisipasi nyata, Bobby menginstruksikan jajarannya untuk memperbanyak kegiatan positif dan edukasi di wilayah-wilayah rawan, mengingat harga narkoba yang kini semakin murah membuat barang tersebut sangat mudah diakses oleh generasi muda.(febrian)

