Wartalive.co.id – Seorang petani berinisial IEH (48), warga Desa Pangaribuan, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), ditemukan meninggal dunia di saluran pengairan sawah, Kamis (20/8/2026) siang.
Korban ditemukan dalam kondisi telungkup dan tersangkut di saluran pengairan yang berada di areal persawahan miliknya.
Kasat Reskrim Polres Tapsel, Iptu BD. Sitorus, yang dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan di lokasi dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“ Benar, ada penemuan seorang laki-laki dewasa yang meninggal dunia di saluran pengairan sawah di Desa Pangaribuan, ” ujar Kasat Reskrim, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga : Korban Kehilangan AC dan Genset, Jejak Pencurian Berujung Pada Penangkapan AFS
Kasat menjelaskan, informasi mengenai penemuan korban pertama kali diterima Kapolsek Batang Angkola, AKP Saiful Syam, dari Kepala Desa Pangaribuan, Rizal Pohan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Batang Angkola kemudian memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Gustra Yadi bersama Kaur Identifikasi Aiptu Irawadi dan sejumlah personel mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari keterangan saksi, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat beristirahat di sebuah gubuk yang berada tidak jauh dari areal persawahan bersama Ikbal Maulana Siagian (16).
Saat berada di gubuk tersebut, korban disebut sempat mengalami muntah sebanyak dua kali setelah mengonsumsi kacang.
“ Setelah itu, korban meninggalkan gubuk dengan berjalan menuju sepeda motor yang diparkir di tepi sawah, ” katanta.
Namun, sekitar satu jam kemudian, korban ditemukan telah berada di saluran pengairan sawah dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Warga bersama petugas kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Pintu Padang untuk menjalani pemeriksaan medis.
Lihat Juga : Kejar Optimalisasi PAD, Bakeuda Padangsidimpuan Gandeng Satpol PP
Hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi.
Pihak kepolisian juga telah melakukan penanganan di lokasi dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait untuk memastikan kronologi peristiwa tersebut.
Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.
“ Setelah pemeriksaan dan visum luar selesai, pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah, ” pungkasnya. (Wan)

