Wartalive.co.id – Politisi Gerindra yang kini menjadi Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H.Gus Irawan Pasaribu berbicara banyak tentang program makan bergizi gratis (MBG) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto sebagai program utamanya memperbaiki gizi, di tengah arus penolakan keberlanjutan program.Gus Irawan Pasaribu membahas hal itu secara detil dan sangat komplit di Q-Padel Jalan Bunga Asoka Medan, usai mencoba lapangan yang baru dilaunching tersebut, kemarin.
Dia mengatakan polemik MBG dan wacana pemberhentikan program itu tidak masuk akal. “ Ini yang bilang stop MBG, tolong dulu turun ke daerah, turunlah ke desa untuk melihat manfaatnya kepada siswa yang ada di daerah-daerah. Jangan teriak-teriak di Jakarta sana. Lihat kami di daerah seperti apa manfaat MBG ini, ” kata Gus Irawan.
Malah dia menyatakan program MBG seperti di Tapsel harus lebih merata dan menjangkau semua sekolah dan nanti ada daerah di satu Kecamatan sekolahnya berdekatan. Ini sudah mau tahun ajaran baru. Mereka akan memilih sekolah yang ada MBG. “ Saya khawatirnya di tahun ajaran baru ini, bahwa sekolah-sekolah yang sudah menjalankan program MBG jadi prioritas para siswa untuk mendaftar. Nah sekolah yang MBG-nya belum jalan tidak akan diminati. Jadi saya minta diperhatikan betul agar jangan sampai terjadi ketimpangan, ” jelasnya.
Lalu apa alasan dia MBG harus dipertahankan dan diperluas terutama untuk daerah, apalagi di daerah tertinggal? Menurutnya, MBG ini punya dua peran penting. Pertama untuk mengatasi stunting kemudian pemerataraan ekonomi yang berkeadilan. Gus Irawan mengatakan sebelum menjadi presiden dan fokus pada pengembangan Partai Gerindra, Prabowo Subianto sudah mencoba mengatasi stunting itu dengan 3 program dalam bukunya paradoks ekonomi.“ Ada tiga revolusi yang kita jalankan di Gerindra sejak berdiri. Pertama revolusi putih, konsepnya bagi-bagi susu dan makanan bergizi. Ini cikal bakal MBG. Kemudian revolusi merah untuk kesehatan dengan rutin mendonorkan darah, serta revolusi hijau dimana setiap ulang tahun Gerindra fokus menanam pohon, ” katanya.
Jadi sejak sebelum menjadi Presiden, Gus Irawan menyatakan Prabowo Subianto sudah fokus menjalankan cikal bakal MBG tersebut untuk mengatasi gizi buruk. “ Tentu MBG hadir untuk pemerataan ekonomi. Maksudnya semangat MBG ada di desa dan Kecamatan. Sejak awal arahannya begitu. Sehingga di sekitar desa dan dapur MBG bergulirlah ekonomi. Uang berputar di situ, ” jelasnya Gus Irawan pernah hitung sebenarnya, contoh di Tapsel ketika ada penghematan transfer pusat ke daerah sebesar Rop250 miliar tahun ini tapi kalau MBG jalan sesuai target maka ada dana dari APBN untuk MBG itu Rp400 miliar. Sebenarnya tertutupi dan bisa menjadi trigger menggerakkan ekonomi.
Bupati Tapsel yang dua periode jadi anggota DPR RI ini menambahkan, dengan dorongan ekonomi tersebut di Tapsel sudah cukup baik. “ Kita ingin dapur MBG di Tapsel tersebut berjalan. Bahkan sudah ada Kerjasama tripartit antara Baznas dengan Yayasan dan dapur MBG, ” ujarnya Kerjasama ini kata Gus Irawan, Baznas menyalurkan zakat produktif kepada mustahik, kemudian penerima zakat bertani, beternak atau menanam buah lalu hasilnya masuk dapur MBG yang dikelola yayasan. Harapannya para mustahik yang kemudian tertolong zakat kemudian punya kemampuan secara ekonomi akan berubah menjadi muzakki (pembayar zakat).
“ Kita dorong semua dapur yang sudah beroperasi menjalankan konsep itu. Apalagi di Tapsel banyak lahan kosong (menganggur), yang bisa dimanfaatkan menanam sayur-mayur. Tapi hindarkan menanam kangkung dan bayam, ” kata dia. Bukan hanya itu, Gus Irawan juga sedang mendorong masyarakat di sekitar dapur untuk beternak, terutama ayam pedaging dan petelur serta ternak ikan. Contohnya di Batangtoru tepatnya di desa Hapesong Baru ada 227 KK yang tinggal di Hunian Tetap (Huntap). Saya coba dorong mereka beternak ikan. Karena areanya kecil maka kemudian diameter kolamnya menjadi lebih kecil. Diameter kolamnya menjadi satu setengah meter. Padahal kalau tadi bisa dua meter maka akan menampung 1.500 ekor ikan.
“ Artinya, dua kolam bundar bisa memasok ke satu dapur. Begitu ya. Nah, nanti akan kita siapkan kolam bundarnya, benih ikannya, bahkan di tahap awal tentu dengan pakannya. Hasilnya ikan lele dan nila dijual ke dapur. Jadi strategi ini juga bagian dari pemulihan warga terdampak bencana dan seiring dengan program Pemkab Tapsel menghadirkan 1.000 kolam, ” jelasnya.
Dia mengatakan hingga sekarang jumlah penerima manfaat MBG di Tapsel baru 36 ribu dari target 100.000. Karena program MBG sudah jalan, malah ada yang mengkhawatirkannya.” Itu tadi, Saya mau surati BGN. Karena ada sekolah yang sudah dapat dan ada yang belum. Khawatir kami kesenjangan ini akan membuat sebagian sekolah tidak menjadi pilihan utama pendaftar. Saya sudah dengar dari orang tua murid, mereka hanya akan menyekolahkan anaknya ke sekolah yang ada MBG-nya, ” jelas Gus Irawan.(Wan)

