Wartalive.co.id – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, mengajak semua siswa dari SMA, SMK, dan SLB di seluruh Sumut untuk merasa bangga terhadap Danau Toba, yang merupakan anugerah dari Tuhan bagi masyarakat setempat. Ia berharap para siswa dapat memperkenalkan danau vulkanik terbesar ini ke seluruh dunia, sehingga Kaldera Toba dapat terus diakui sebagai warisan UNESCO Global Geopark (UGG).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bobby Nasution dalam acara Sosialisasi dan Edukasi Toba Caldera UNESCO Global Geopark, yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut melalui platform Zoom Meeting, Selasa (3/6/2025).
Dijelaskan Bobby, sebagai anugerah yang diberikan Tuhan kepada Sumut, tentu ini harus dibanggakan. “Kita harus bangga dengan Danau Toba seperti kita bangga akan sekolah kita, bangga akan diri kita. Tentunya, setelah kita bangga, kita pasti akan mulai mengenal dan memamerkannya, untuk itulah saya minta kepada semua siswa, mari kita kenali Danau Toba lebih dalam lagi,” kata Bobby.
Baca Juga : Rosidah Lubis Gantikan Juneidi Tanjung Sebagai Plt Sekda Sibolga
Di samping itu, pada tahun ajaran yang baru, pemerintah telah menerapkan kebijakan mengenai sekolah lima hari, yang berlangsung dari hari Senin hingga Jumat. Dengan demikian, hari Sabtu dan Minggu dapat digunakan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.
Begitu juga kepada pihak sekolah, Bobby mengatakan, seharusnya dapat mengutamakan kegiatan luar sekolah yang mendukung Danau Toba. “Sekolah bisa menggelar studi tour ke Danau Toba, sehingga kita bisa bersama-sama menjaganya dan mendukungnya, mudah-mudahan kita kembali memperoleh kartu hijau UNESCO Global Geopark,” kata Bobby.
Acara ini dihadiri oleh General Manager Badan Pengelola Kaldera Toba, Azizul Kholis, Dewan Pakar Pengelola Kaldera Toba, RE Nainggolan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Dikky Anugerah, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, serta kepala sekolah dan guru pendamping, dengan partisipasi lebih dari 72 ribu siswa dari SMA, SMK, dan SLB di seluruh Sumatera Utara.
Dikky Anugerah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menyebarluaskan pengetahuan mengenai Danau Toba, yang merupakan danau vulkanik terbesar di dunia, kepada siswa-siswa SMA, SMK, dan SLB di wilayah Sumatera Utara.
“Kegiatan ini ditargetkan menyasar 726 sekolah SMA/SMK/SLB se-Sumatera Utara dengan 72.400 siswa yang mengikuti, dan ini kita lihat luar biasa, antusiasme peserta sudah melebihi dari target. Semoga kegiatan ini dapat meluaskan pengetahuan tentang Danau Toba,” ujar Dikky.
Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, menyatakan bahwa saat ini Kawasan Geopark Kaldera Toba telah menerima kartu kuning dari UNESCO dalam penilaian yang dilakukan pada tahun 2023. Oleh karena itu, diharapkan bahwa dalam proses peninjauan ulang (revalidasi) yang akan dilaksanakan oleh UNESCO pada bulan Juli 2025, Kawasan Kaldera Toba dapat memperoleh kembali kartu hijau dan tetap diakui sebagai warisan UNESCO Global Geopark.
Pada kesempatan tersebut, dua narasumber, yaitu General Manager Badan Pengelola Kaldera Toba, Azizul Kholis, dan Dewan Pakar Pengelola Kaldera Toba, RE Nainggolan, menyampaikan presentasi mengenai pengenalan Danau Toba kepada para siswa.
Lihat Juga : Bobby Nasution Tegaskan Pergantian Direksi PT Bank Sumut Secepatnya Dilakukan
Azizul Kholis, selaku General Manager Badan Pengelola Kaldera Toba, menjelaskan bahwa Danau Toba merupakan kawasan yang diakui secara internasional sebagai Situs Warisan Geologi Global (UGG) berkat nilai geologisnya. Pengelolaan kawasan ini dilakukan dengan pendekatan holistik yang mencakup aspek perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam rangka mendukung proses revalidasi Geopark Kaldera Toba yang akan dievaluasi oleh tim asesor UNESCO pada tanggal 15-20 Juli yang akan datang, telah diusulkan pelaksanaan lomba menulis bagi siswa mengenai Danau Toba. Selain itu, diharapkan agar sekolah-sekolah dapat membentuk sudut geopark, di mana SMA/SMK/SLB diharapkan dapat lebih aktif dalam menyebarkan informasi mengenai Kaldera Toba melalui penyediaan brosur, flyer baik dalam bentuk cetak maupun digital, sehingga dapat berfungsi sebagai referensi mengenai Kaldera Toba.
“Kita harus serius menyatukan langkah berkolaborasi untuk Danau Toba,” kata Azizul.(Islino)

