Wartalive.co.id – Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok di masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini dilaksanakan dengan menggandeng berbagai pihak strategis guna menekan harga di bawah rata-rata pasar (2/2)
Staf Dinas Ketahanan Pangan, Bardansyah, menjelaskan bahwa penyelenggaraan GPM ini melibatkan sinergi dari hulu ke hilir:
- ​Kelompok Tani: Bertanggung jawab dalam pengadaan komoditas segar seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai merah.
- ​Grosir: Menyediakan bahan olahan dan kebutuhan rumah tangga seperti tepung terigu, ikan kaleng, mentega, hingga sirup untuk kebutuhan Lebaran.
- ​PT Bulog: Menyuplai komoditas utama berupa beras dan minyak goreng.
- ​Himpunan Peternak: Berperan dalam penyediaan stok telur ayam
Baca Juga : Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov Sumut Dibuka 2 Maret, Kuota 2.800 Orang
Tujuan utama dari GPM ini adalah untuk menstabilkan harga dan menjamin barang tetap tersedia di pasar. Masyarakat dapat menikmati selisih harga yang cukup signifikan, yakni sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 lebih murah dibandingkan harga pasar pada umumnya
Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung secara terus-menerus hingga menjelang Lebaran, menyesuaikan dengan jadwal dan ketersediaan stok. Namun, lokasi pelaksanaan akan berpindah-pindah agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat
​”Rencana kita (GPM) akan digelar sampai menjelang Lebaran. Lokasinya akan berpindah-pindah sesuai jadwal,” ujar Bardansyah
Meski berjalan lancar, pihak penyelenggara mengakui adanya tantangan dari sisi anggaran. Untuk menyiasatinya, Dinas Ketahanan Pangan menjalin kerja sama khusus dengan Bulog dan penyedia minyak goreng berupa sistem dispensasi pembayaran, di mana pembayaran dilakukan beberapa hari setelah barang habis terjual, bukan dengan sistem tunai di muka. (Asrif)

