Wartalive.co.id — Curah hujan yang tinggi pada Sabtu (6/6) kembali merendam kawasan Simpang Melati dan sekitarnya. Genangan air yang cukup tinggi terpantau mulai naik dan menutupi badan jalan tak lama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari. Kondisi ini mengakibatkan arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan panjang karena kendaraan harus memperlambat laju mereka.
Banjir di kawasan ini seolah menjadi agenda rutin yang selalu terjadi setiap kali musim penghujan tiba. Luapan air tidak hanya menggenangi jalan raya, tetapi juga mulai merembes ke area pemukiman warga serta deretan ruko yang berada di sepanjang pinggiran Simpang Melati.
Masyarakat di sekitar kawasan Simpang Melati mengaku sudah sangat jenuh dengan kondisi ini. Mereka merasa pemerintah setempat dan pihak pengelola wilayah kurang memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur saluran pembuangan air yang ada di daerah mereka.
Baca Juga : Antrean Solar di SPBU Simpang Selayang Lumpuhkan Arus Lalu Lintas Medan
Apri, salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, menyampaikan rasa frustrasinya atas situasi yang terus berulang tanpa ada solusi konkret. Menurutnya, masalah utama dari banjir yang kerap melanda kawasan tersebut terletak pada sistem drainase yang buruk dan tidak terawat.
“Kalau hujan memang sudah langganan banjir di melati ini. Hujan bentar aja banjir, kalau hujannya lama, lebih parah lagilah airnya. Karena parit disini gak jalan airnya. Sudah lama kali tidak ada pembersihan parit-parit, jadi mampet,” ujar Apri saat ditemui di lokasi.
Selain mengganggu mobilitas warga, banjir ini juga memberikan dampak buruk yang signifikan bagi para pedagang yang mengais rezeki di kawasan pasar dan ruko Simpang Melati. Omzet pendapatan mereka menurun drastis karena para pembeli enggan datang menerobos genangan air.
Ketiadaan tindakan nyata dari pihak pengelola pasar membuat para pedagang merasa diabaikan. Mereka terpaksa harus mencari cara mandiri untuk menyelamatkan barang-barang dagangan agar tidak terendam air dan mengalami kerugian yang lebih besar.
Seorang pedagang di sekitar lokasi bernama Logos, turut menyuarakan kekecewaannya. Ia mengaku pihak pedagang sudah berulang kali melayangkan protes dan aduan, namun hingga saat ini belum ada tindakan perbaikan yang terlihat di lapangan.
“Tiap ujan memang banjir, mau gimana lagi. Sudah sering juga kami bilang ke pengelola pajaknya, tapi gak ada juga yang dikerjakan. Jaga barang masing-masing ajala supaya gak kebawa banjir,” ungkap Logos.(febrian)

