Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) agar semakin adaptif terhadap perubahan, tertib administrasi, berbasis data, serta berorientasi pada hasil dan dampak bagi kesejahteraan keluarga.
Hal itu disampaikan Gus Irawan saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader PKK Kabupaten Tapsel Tahun 2026 di Aula Sarasi Lantai III Kantor Bupati Tapsel, di Sipirok, Selasa (15/9/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 15 – 16 September 2026, tersebut, pada hari pertama diikuti 85 peserta.
Peserta terdiri dari pengurus TP PKK Kabupaten, Ketua dan Sekretaris TP PKK Kecamatan, serta Ketua dan Sekretaris TP PKK Desa yang menjadi lokasi Desa Binaan Kabupaten Tapsel Tahun 2027.
Baca Juga: KUA-PPAS 2027 Ditetapkan, Ekonomi Diproyeksi Tumbuh 5,02 Persen
Gus Irawan mengatakan, perubahan yang berlangsung cepat menuntut kader PKK untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas.
“ Perubahan dari waktu ke waktu semakin cepat. Karena itu tidak ada waktu bagi kita untuk tidak belajar. Kita harus terus meningkatkan kapasitas, ” tegasnya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas bukan hanya menyangkut kemampuan teknis, tetapi juga kemauan untuk memperbaiki cara kerja dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Karena itu, ia meminta pelatihan tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan peserta.
” Setiap materi yang diperoleh harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas PKK di tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Kelurahan, ” katanya.
Bupati juga menilai, PKK memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga sebagai basis utama pembangunan.
Menurutnya, pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, kader PKK di Desa dan Kecamatan harus mampu menerjemahkan program pemerintah menjadi kegiatan yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“ PKK itu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Tujuan kita berbangsa dan bernegara pun pada ujungnya adalah kesejahteraan. Ini tugas mulia. PKK menjadi supporting bagi pemerintah, ” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan kader PKK di tingkat Desa dan Kecamatan sangat penting karena menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat.
“ Keberadaan PKK Desa dan Kecamatan menjadi sangat penting. Garda terdepan pencapaian tujuan pembangunan adalah kesejahteraan keluarga, ” katanya.
Dalam menjalankan program, Gus Irawan meminta kader tidak sekadar mengejar terlaksananya kegiatan.
Lebih dari itu, setiap program harus memiliki indikator keberhasilan dan memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.
Ia mencontohkan program Seribu Kolam, khususnya penguatan kearifan lokal Lubuk Larangan, yang berhasil meraih Juara I nasional I-SIM SDGs Award 2025.
“ Program Seribu Kolam itu bukan untuk juara-juaraan. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tetapi ternyata ketika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, prestasi itu mengikuti, ” jelasnya.
Menurut Gus Irawan, pengalaman tersebut membuktikan bahwa program yang berangkat dari potensi lokal dan dikerjakan secara serius dapat memberikan manfaat sekaligus menghasilkan prestasi.
Keberhasilan itu juga membuka peluang penguatan Desa Binaan melalui dukungan non-APBN.
Tahun ini, tersedia alokasi sekitar Rp900 juta untuk mendukung pengembangan desa binaan dengan dukungan yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun.
Selain program yang berdampak, Gus Irawan menyoroti pentingnya tertib administrasi, data dan pelaporan.
Ia mengingatkan, pekerjaan yang telah dilaksanakan di lapangan tidak akan memberikan hasil maksimal dalam evaluasi apabila tidak didukung dokumentasi dan pelaporan yang baik.
“ Banyak hal yang sebenarnya sudah kita lakukan, tetapi tidak dilaporkan. Ini yang harus kita ubah, ” ujarnya.
Ia pun meminta kader membangun kebiasaan mencatat setiap kegiatan secara sistematis dan melaporkannya tepat waktu sesuai mekanisme yang berlaku.
“ Kalau kita bekerja sebagai ladang ibadah, tanggung jawabnya harus penuh, ” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu mengatakan pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi momentum membenahi dan memperkuat tata kelola gerakan PKK agar semakin profesional dan berorientasi pada hasil.
Murni mengakui masih terdapat kegiatan yang telah dilaksanakan kader di lapangan, namun belum didukung pelaporan tepat waktu sehingga berpotensi memengaruhi hasil evaluasi.
“ Yang kita lakukan sebenarnya sudah real dan benar-benar dilaksanakan, tetapi pelaporannya terlambat. Ini menjadi pengalaman bagi kita semua, ” ujarnya.
Ia meminta kader tidak menunda pelaporan hingga mendekati batas waktu sehingga proses verifikasi dan pelaporan berjenjang dapat dilakukan dengan baik.
Lihat Juga: Kantor Pertanahan Padangsidimpuan Musnahkan 1.659 Arsip Roya
“ Mulai tahun ini, mari kita bekerja dari awal sesuai dengan semestinya, ” ajaknya.
Murni menegaskan, data dan administrasi bukan sekadar kelengkapan organisasi. Keduanya menjadi instrumen penting untuk mengetahui kondisi masyarakat, mengukur keberhasilan program dan menentukan langkah perbaikan.
“ Data bukan sekadar angka, administrasi bukan sekadar buku, dan pelaporan bukan sekadar kewajiban, ” tegasnya.
Ia juga meminta peserta meneruskan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan kepada kader lainnya di Kecamatan dan Desa masing-masing.
Menurut Murni, hasil Rakernas X PKK Tahun 2025 juga harus diterjemahkan menjadi program nyata melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.
“ Kita jangan hanya berorientasi pada kegiatan. Mari bergerak menuju PKK yang berorientasi pada hasil dan dampak, ” tegasnya.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari TP PKK Provinsi Sumatera Utara, yakni Budi Prayogi, Cendana dan Ruhyat.
Materi yang diberikan meliputi rencana induk gerakan PKK, strategi gerakan PKK, tata kelola kelembagaan, administrasi dan data PKK, strategi pelaksanaan program, serta penggunaan aplikasi pelaporan dan data PKK.
Kegiatan turut dihadiri Ketua Bidang II TP PKK Tapsel Ny. Ira Sofyan Adil Siregar, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tapsel, jajaran pengurus TP PKK Kabupaten, Ketua dan Sekretaris TP PKK Kecamatan se Tapsel, serta pengurus TP PKK Desa lokasi Desa Binaan Tahun 2027.
Lima desa yang menjadi lokasi Desa Binaan Tahun 2027 yakni Desa Pargarutan Tonga, Kecamatan Angkola Timur; Desa Benteng Huraba, Kecamatan Batang Angkola, Desa Muara Purba Nauli, Kecamatan Angkola Muara Tais, Desa Padang Lancat Sisoma, Kecamatan Batangtoru, dan Desa Aek Haminjon, Kecamatan Arse.(Wan)

