Wartalive.co.id – Program Seribu Kolam yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) mulai menunjukkan hasil nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Salah satu keberhasilan program tersebut terlihat pada Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Masyarakat Angkola di Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat, yang kini berkembang menjadi sumber penghasilan baru bagi warga, Selasa (19/5/2026)
Kegiatan panen sebagian sekaligus evaluasi program itu dihadiri Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Rahmat Rayyan Nasution, jajaran Dinas Perikanan Tapsel, pemerintah Kecamatan, tokoh masyarakat, hingga anggota Pokdakan.
Dalam sambutannya, Bupati Gus Irawan menegaskan, Program Seribu Kolam bukan sekadar bantuan sementara, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun ekonomi desa berbasis pangan dan perikanan.
Menurutnya, keberhasilan budidaya ikan harus dibangun secara berkelanjutan, mulai dari penyediaan indukan, pembibitan mandiri, hingga pemasaran hasil panen agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.
“ Program ini jangan berhenti sekali jalan. Harus berkesinambungan. Kalau perlu kita siapkan indukan sendiri agar masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan bibit, ” ujar Gus Irawan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan mengintegrasikan budidaya ikan dan pertanian jagung agar lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat dimanfaatkan sepanjang tahun.
Selain itu, Pemkab Tapsel saat ini tengah mendorong pembiayaan usaha produktif melalui skema kredit berbunga nol persen guna membantu masyarakat mengembangkan usaha perikanan maupun pertanian.
“ Tidak boleh ada lahan tidur. Semua harus produktif. Kalau sawah hanya tanam sekali setahun, setelah panen kita dorong tanam jagung atau usaha lain agar ekonomi masyarakat terus bergerak, ” katanya.
Tak hanya fokus pada budidaya kolam, pemerintah daerah juga merencanakan program restocking ikan di sungai melalui konsep lubuk larangan sebagai upaya menjaga ekosistem sekaligus membuka potensi wisata dan ekonomi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Rahmat Rayyan Nasution mengapresiasi perkembangan Pokdakan Masyarakat Angkola yang dinilai mampu menjadi contoh ekonomi desa berbasis komunitas.
Ia menegaskan DPRD Sumut siap mendukung penguatan program perikanan rakyat, baik melalui dukungan anggaran maupun pembangunan infrastruktur pendukung.
“ Kami di DPRD Provinsi Sumatera Utara siap berkolaborasi agar program ini terus meningkat, baik di sektor perikanan maupun pembangunan infrastruktur pendukung, ” ucapnya.
Ketua Pokdakan Masyarakat Angkola, Herman Harahap, menjelaskan kelompok tersebut berdiri sejak tahun 2024 sebagai gerakan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Setelah menerima bantuan Program Seribu Kolam pada akhir 2025, para anggota mulai merasakan manfaat ekonomi dari hasil budidaya ikan.
“ Memang belum besar, tapi sekarang anggota sudah punya aktivitas produktif. Setidaknya setiap bulan ada hasil yang bisa dibawa pulang, ” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perikanan Tapsel Saiful AP Nasution melaporkan, bantuan kepada Pokdakan Masyarakat Angkola disalurkan pada Desember 2025 berupa sekitar 15.000 ekor bibit ikan mas dan nila, perlengkapan budidaya, serta optimalisasi belasan kolam sesuai standar budidaya ikan yang baik.
Program Seribu Kolam di Angkola Barat juga menjadi lokasi praktik lapangan mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta yang tengah menjalani kegiatan PKL di wilayah Tapsel.
” Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapsel berharap sektor perikanan rakyat mampu tumbuh menjadi penggerak ekonomi baru desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan, ” terangnya. (Wan)

