Sunday, October 11, 2026

Hidup Sebatangkara, Pria di Tapsel Ditemukan Tewas Tergantung

Baca Juga

Wartalive.co.id – Warga Desa Malombu Kampung Bukkas, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya, Selasa (10/3/2026).

Korban diketahui berinisial SAB (33), warga setempat yang selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut.

- Advertisement -

Kapolsek Batangtoru, AKP PM Siboro, mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga yang datang ke rumah korban untuk mengajaknya berbuka puasa bersama.

“ Awalnya saksi yang merupakan tetangga sekaligus anggota keluarga korban datang ke rumahnya untuk mengajak berbuka puasa. Namun saat pintu rumah diketuk dan korban dipanggil beberapa kali tidak ada jawaban, ” ujar AKP PM Siboro.

Baca Juga : Plaza Anugerah Padangsidimpuan Mulai Diserbu Pemburu Baju Lebaran

Merasa curiga, saksi kemudian mencoba melihat ke dalam rumah melalui jendela. Saat itulah ia melihat korban sudah dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali.

“ Melihat kejadian tersebut, saksi langsung memberitahukan kepada warga lain dan selanjutnya informasi itu diteruskan kepada kepala desa yang kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian, ” jelasnya.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Batangtoru memerintahkan personel bersama Kanit Reskrim untuk segera menuju lokasi kejadian guna melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemeriksaan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian.

Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan petugas kesehatan dari Puskesmas Angkola Sangkunur, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan.

“ Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, ” kata Kapolsek.

Sementara dari keterangan keluarga dan warga sekitar, korban diketahui telah berpisah dengan istrinya sejak sekitar dua tahun terakhir dan selama itu tinggal seorang diri di rumahnya.

Kapolsek juga mengungkapkan, selama berpisah dengan istrinya korban disebut mengalami gangguan kejiwaan dan beberapa kali membuat keributan di lingkungan sekitar.

“ Bahkan menurut keterangan istrinya, almarhum sebelumnya pernah beberapa kali mencoba melakukan bunuh diri, namun berhasil dicegah, ” ungkapnya.

Aparat desa bersama petugas kesehatan setempat sebelumnya juga sempat melakukan upaya pengobatan dengan melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Angkola Sangkunur.

Di lokasi kejadian, polisi turut mengamankan barang bukti berupa seutas tali nilon yang diduga digunakan korban serta pakaian yang dikenakannya saat ditemukan.

Lihat Juga : Gagalkan Peredaran Narkoba Internasional, Polres Labuhanbatu Selamatkan Ratusan Ribu Jiwa

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pihak keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah.

“ Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah, ” tutur Kapolsek.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman dengan meminta keterangan para saksi untuk melengkapi proses penyelidikan.

“ Kami tetap melakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi untuk memastikan seluruh fakta kejadian, ” tutupnya. (Wan)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya