Wartalive.co.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian terus menunjukkan hasil positif.
Salah satunya terlihat dari panen jagung varietas Betras 32 F1, yang berhasil mencatat produktivitas mencapai 8 ton per hektare di Kelurahan Arse Nauli, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapsel. Jumat (12/6/2026).
Kegiatan panen jagung tersebut juga menjadi momentum sosialisasi program tanam jagung seribu hektare yang sedang digalakkan Pemkab Tapsel sebagai strategi memperkuat ekonomi daerah berbasis pertanian.
Panen tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga menegaskan, pengembangan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana yang melanda sebagian wilayah Tapsel tahun lalu.
Baca Juga : Semarak HUT Bhayangkara ke 80, Polisi dan Warga Nobar World Cup 2026
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan bagi petani, mulai dari penyediaan benih unggul, pendampingan oleh penyuluh pertanian hingga akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah dengan bunga nol persen yang difasilitasi Bank Sumut.
” Kami ingin semangat pemerintah ini diimbangi oleh semangat masyarakat. Jangan hanya pemerintah yang bersemangat, masyarakat juga harus bergerak. Mari manfaatkan peluang yang ada, termasuk program KUR nol persen untuk mengembangkan usaha pertanian, ” ujar Jafar.
Ia menjelaskan, jagung dipilih sebagai salah satu komoditas unggulan karena memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan serta didukung pasar yang cukup luas.
Pemerintah daerah juga terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna memastikan hasil panen petani terserap dengan baik.
Wakil Bupati turut mengajak masyarakat untuk memanfaatkan setiap lahan yang tersedia agar bernilai produktif.
” Kita harus mengubah pola pikir. Jangan ada lahan yang dibiarkan kosong. Sekecil apa pun lahan yang dimiliki, manfaatkan untuk menghasilkan nilai ekonomi bagi keluarga, ” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Tapsel, Taufik Batubara, mengatakan hasil ubinan pada lahan percontohan menunjukkan varietas Betras 32 F1 mampu menghasilkan sekitar 8 ton jagung per hektare.
Menurutnya, dengan biaya produksi berkisar Rp8 juta hingga Rp10 juta per hektare dan harga jual jagung mencapai sekitar Rp6.500 per kilogram, petani berpeluang memperoleh keuntungan yang cukup besar dalam satu musim tanam yang berlangsung sekitar tiga bulan.
” Ini membuktikan bahwa usaha tani jagung sangat menjanjikan. Dengan hasil 8 ton per hektare, petani dapat memperoleh pendapatan yang cukup besar. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada dan memanfaatkan fasilitas KUR nol persen yang telah disediakan, ” ujarnya.
Camat Arse Partahian Ritonga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Tapsel terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayahnya.
Ia menilai program pengembangan jagung yang didukung berbagai pihak akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan lahan secara optimal, termasuk pekarangan rumah dan pematang sawah, dapat memberikan tambahan pendapatan yang signifikan bagi keluarga petani.
” Kami berharap masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan setiap lahan yang tersedia. Jika dilakukan secara serius, hasilnya akan sangat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga, ” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Bank Sumut Cabang Sipirok, Ade Irma Hakim Nasution, menegaskan komitmen Bank Sumut dalam mendukung pengembangan sektor pertanian melalui program KUR Jagung Nol Persen yang berlaku hingga Desember 2026.
Program tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana sekaligus mendorong kemandirian petani melalui akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau.
Lihat Juga : Jaringan Pengedar Ganja Madina – Padangsidimpuan – Tapsel Terkuak
Sementara itu, perwakilan PT Benih Citra Asia (Bintang Asia), Dimas Putra, menjelaskan, varietas Betras 32 merupakan benih unggul hasil inovasi perusahaan yang telah melalui berbagai tahapan riset dan pengujian.
Ia berharap keberhasilan panen di Arse dapat menjadi referensi bagi petani dalam memilih varietas unggul yang sesuai dengan kondisi lahan setempat sehingga produktivitas pertanian terus meningkat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam Arse, penyuluh pertanian, kelompok tani, lurah, kepala desa, serta masyarakat Kecamatan Arse yang antusias mengikuti panen dan sosialisasi program pertanian tersebut.(RI)

