Sunday, October 11, 2026

Kronologi Penyekapan 10 Pemuda oleh Komplotan Begal di Tanjungbalai

Baca Juga

Wartalive.co.id – Peristiwa mencekam menimpa sepuluh pemuda asal Kabupaten Asahan yang menjadi korban penyekapan oleh komplotan begal bersenjata di kawasan Ujung Tanjung, Pasiran, Kota Tanjungbalai. Insiden yang terjadi pada Kamis dini hari, 12 Maret 2026 ini, melibatkan sekelompok pelaku yang diduga menggunakan senjata api dan senjata tajam untuk mengintimidasi para korban.

Salah seorang korban, Kevin Sirait, 18 tahun mengatakan aksi kriminal ini bermula sekitar pukul 01.00 WIB saat para pemuda tersebut sedang berkumpul di lokasi kejadian. Secara tiba-tiba, mereka didatangi oleh sekitar delapan orang pria tidak dikenal. Tanpa basa-basi, para pelaku langsung melakukan pengancaman serius menggunakan pisau, samurai, hingga menodongkan pistol ke arah kening para korban untuk melumpuhkan perlawanan. “Pelaku langsung menodongkan pisau dan samurai. Dua orang lainnya menodongkan pistol ke kening kami,” kata Kevin saat membuat laporan di Polres Tanjungbalai.

- Advertisement -

Dalam situasi tertekan tersebut, komplotan begal merampas barang-barang berharga milik korban, termasuk telepon genggam dan sejumlah uang tunai. Tidak berhenti di situ, para pelaku juga sempat membawa sepuluh pemuda tersebut menggunakan mobil menuju daerah Sei Nangka. Selama penyekapan yang berlangsung hingga pukul 05.00 WIB, para pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp5 juta sebagai syarat pembebasan.

Baca Juga : Pasca Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasar Sigalangan Stabil, Harga Cabai Anjlok ke Rp22 Ribu

Adapun kesepuluh korban yang teridentifikasi merupakan warga Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan. Nama-nama korban di antaranya adalah Kevin Sirait (18), Raju (22), Nashruddin (19), Joni Sitorus (18), Rafli (19), Yusuf (19), Chairul Anwar Syahputra, dan M. Aidil. Mereka semua mengalami trauma akibat penodongan senjata yang dilakukan oleh komplotan tersebut.

Titik terang kasus ini muncul ketika para pelaku mencoba bernegosiasi untuk mengambil uang tebusan yang dijanjikan. Salah satu korban, Nashruddin, dibawa oleh tiga pelaku menggunakan dua sepeda motor menuju wilayah Sei Kepayang. Momen perjalanan inilah yang dimanfaatkan oleh Nashruddin untuk melakukan aksi nekat demi menyelamatkan diri dan teman-temannya.

Saat melintasi pemukiman warga, Nashruddin memberanikan diri melompat dari sepeda motor dan berteriak sekencang mungkin meminta pertolongan. Teriakan “begal” yang dilontarkannya spontan memancing perhatian massa di sekitar lokasi. Warga yang sigap langsung mengejar dan berhasil meringkus tiga dari delapan pelaku yang ada di lokasi tersebut.

Lihat Juga : Jumat Perdana Pasca Lebaran : Umat Muslim Padati Masjid Raya Al Abrar

Setelah diamankan oleh massa, ketiga terduga pelaku awalnya dibawa ke Polsek Sei Kepayang guna menghindari amuk warga yang lebih luas, sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Tanjungbalai untuk proses hukum lebih lanjut. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa salah satu pelaku yang ditangkap diduga merupakan adik dari seorang perwira menengah Polri berpangkat Kompol di Polda Sumut.

Pihak korban, diwakili oleh Kevin Sirait dan rekan-rekannya, telah resmi melaporkan kejadian ini ke Polres Tanjungbalai pada Kamis malam. Saat ini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengejar pelaku lain yang masih buron serta mendalami keterlibatan oknum keluarga anggota kepolisian dalam aksi pembegalan dan penyekapan tersebut. (Febrian)

Sumber: dimedanaja

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya