Wartalive.co.id — Solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) turut ditunjukkan oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang di Kota Batam, Kepulauan Riau. Salah satunya adalah Fatolosa Gulo, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Hukum Universitas Terbuka melalui UPBJJ-UT Batam, yang berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan dana bersama Ikatan Mahasiswa Indonesia Timur (IKMIT) Kota Batam. (24/08/2026)
Hal ini disampaikan Fatolosa Gulo kepada reporter wartalive.co.id melalui pesan whatsapp pada, Rabu pagi (26/8/2026)
Ia menyatakan, kegiatan penggalangan dana tersebut berlangsung di kawasan Lampu Merah Simpang Kepri, Batam mulai tanggal 20/08/2026. Dalam kegiatan tersebut di hari pertama aksi penggalangan donasi, Fatolosa Gulo turut hadir ikut serta ke jalan bersama teman-temannya anggota Ikatan Mahasiswa Indonesia Timur (IKMIT) Batam untuk mengajak masyarakat berpartisipasi memberikan bantuan bagi warga yang terdampak bencana di NTT.
Fatolosa menegaskan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan dan tidak berkaitan dengan klaim identitas maupun keanggotaan dalam Ikatan Mahasiswa Indonesia Timur (IKMIT) Batam.
Baca Juga : Kasus Korupsi Pasar Panyabungan Mandek, Kejari Madina Dinilai “Fokus Alibi” Dibanding Penegakan Hukum
Ia menyampaikan bahwa dirinya berasal dari Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara. Karena itu, keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut ditempatkan sebagai partisipasi personal dalam aksi kemanusiaan, bukan sebagai representasi organisasi tertentu.
“Saya hadir bukan untuk mengklaim sebagai bagian dari Ikatan Mahasiswa Indonesia Timur atau mengaku berasal dari Nusa Tenggara Timur. Saya berasal dari Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Saya hadir karena ini adalah persoalan kemanusiaan. Ketika saudara-saudara kita mengalami musibah, sudah sepatutnya kita ikut merasakan duka dan memberikan dukungan sesuai kemampuan kita,” ujar Fatolosa.
Menurutnya, keterlibatannya dilakukan atas kesadaran pribadi dan tidak didorong oleh kepentingan apapun ataupun pengaruh dari kelompok tertentu. Ia juga menegaskan bahwa kehadirannya tidak mewakili organisasi, institusi, ataupun kelompok apapun.
Dalam pandangannya, kegiatan yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Indonesia Timur (IKMIT) Batam merupakan bentuk partisipasi sosial mahasiswa dalam merespons persoalan kemanusiaan. Menurut dia, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial dapat menjadi bagian dari penguatan kepedulian sosial serta tanggung jawab kemasyarakatan.

“Saya sangat mengapresiasi teman-teman Ikatan Mahasiswa Indonesia Timur Kota Batam. Saya salut dan bangga melihat kekompakan mereka. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa, mereka masih mau memberikan waktu dan tenaga untuk membantu saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Semangat kemanusiaan dan kepedulian mereka patut kita hargai,” katanya.
Ia berharap kegiatan penggalangan dana maupun kegiatan sosial lainnya dapat dilaksanakan secara tertib, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat terdampak. Menurutnya, bantuan yang diberikan kepada korban bencana perlu dikelola secara bertanggung jawab agar dapat memberikan manfaat yang tepat sasaran.
Ia juga menilai bahwa nilai bantuan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya nominal, tetapi juga oleh kepedulian dan ketulusan masyarakat dalam membantu mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit.
“Kekompakan teman-teman Ikatan Mahasiswa Indonesia Timur (IKMIT) Batam saya akui dan mereka sangat luar biasa. Semoga aksi dan kegiatan bakti sosial selanjutnya dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut, Fatolosa juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana. Ia berharap masyarakat yang berada di wilayah terdampak memperoleh bantuan dan kebutuhan dasar secara memadai, sementara keluarga yang kehilangan anggota keluarga mendapatkan dukungan serta kekuatan dalam menghadapi situasi tersebut.
“Saya turut berdukacita sedalam-dalamnya kepada seluruh saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Semoga keadaan segera pulih, masyarakat yang terdampak mendapatkan pertolongan, dan keluarga yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai diberikan kekuatan serta kesabaran.”
Partisipasi Fatolosa dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa solidaritas kemanusiaan dapat melampaui batas-batas geografis dan identitas kelompok. Dalam konteks masyarakat yang beragam, kepedulian terhadap korban bencana merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang dapat dilakukan oleh siapa pun sesuai kapasitasnya.
Lihat Juga : Ketika Timur Tumanggor Memacu Impian Bobby Nasution dari Desa
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan ruang partisipasi mahasiswa dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Namun, setiap kegiatan penggalangan dana publik tetap perlu mengedepankan aspek transparansi, akuntabilitas, ketertiban, serta kepastian bahwa bantuan yang dihimpun benar-benar disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.
Bagi Fatolosa, bencana merupakan persoalan kemanusiaan yang tidak semestinya dibatasi oleh latar belakang daerah, suku, maupun kelompok. Solidaritas, menurutnya, dapat menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.
Partisipasinya bersama Ikatan Mahasiswa Indonesia Timur (IKMIT) Batam menjadi salah satu contoh keterlibatan individu dalam kegiatan sosial yang lahir dari kesadaran kemanusiaan. Di tengah situasi bencana, kepedulian semacam itu diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan membantu masyarakat terdampak melewati masa pemulihan. (Yarman Hulu)

