Sunday, October 11, 2026

Naik Motor Bupati Gus Irawan Blusukan Ke Desa

Baca Juga

Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu memilih turun langsung ke tengah masyarakat untuk memastikan berbagai program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan.

Memasuki hari kedua agenda kunjungan desa, Gus Irawan bahkan menggunakan sepeda motor menyusuri sejumlah wilayah di Kecamatan Sipirok, Arse dan Saipar Dolok Hole (SDH), Minggu (6/9/2026).

- Advertisement -

Dalam kunjungan tersebut Bupati Gus Irawan didampingi Wakil Bupati H Jafar Syahbuddin Ritonga, Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso, Sekda Tapsel H. Sofyan Adil Siregar serta sejumlah pimpinan OPD terkait.

Kunjungan lapangan tersebut sekaligus menjadi cara Gus Irawan memastikan program pemerintah tidak berhenti pada laporan administratif.

Dengan menggunakan sepeda motor, rombongan menyambangi sejumlah desa dan bertemu langsung dengan masyarakat.

Baca Juga: Urus Sertifikat Makin Mudah, Warga Apresiasi Kantah Padangsidimpuan

Selain melihat kondisi wilayah, kunjungan itu dimanfaatkan untuk meninjau potensi pertanian, perkebunan dan perikanan sekaligus mendengar berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Bagi Gus Irawan, turun ke desa bukan sekadar kegiatan seremonial, namun kehadiran pemerintah di lapangan diperlukan agar program yang telah direncanakan benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat.

“ Kita ingin melihat langsung, bukan hanya berdasarkan laporan. Apalagi kemampuan APBD kita terbatas, sehingga kita harus menentukan skala prioritas, ” ujar Gus Irawan dalam kunjungannya.

Salah satu program yang menjadi perhatian Bupati adalah pengembangan kopi Arabika melalui program hilirisasi.

Di Kecamatan Arse, Gus Irawan menyerahkan bantuan bibit kopi kepada sejumlah kelompok tani setempat.

Di Desa Pinagar, Kelompok Tani Swakarsa yang beranggotakan 22 orang mendapat bantuan bibit kopi Arabika untuk lahan seluas 15 hektare.

Sementara di Kecamatan Arse, program pengembangan kopi tersebut mencakup sembilan kelompok tani dengan total areal sekitar 152 hektare.

Bantuan juga diserahkan kepada Kelompok Tani Sentosa Jaya di Desa Aek Haminjon untuk pengembangan kopi Arabika seluas 15 hektare dengan 14 penerima dan kelompok tani tersebut juga memperoleh dukungan biaya pembuatan lubang tanam.

Adapun masyarakat Desa Nanggarjati mendapat bantuan pengembangan kopi dengan luasan 20 hektare.

Gus Irawan menegaskan, pemerintah tidak ingin bantuan berhenti pada penyerahan bibit.

Tanaman harus dipastikan ditanam, dirawat dan dikawal hingga menghasilkan.

“ Bibit yang diberikan harus ditanam dan dirawat. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) juga harus ikut mengawal dan memastikan perkembangannya, ” tegasnya.

Gus Irawan menjelaskan, tahun ini, Tapsel mendapat alokasi pengembangan kopi sekitar 600 hektare.

Kecamatan Sipirok dan Arse menjadi salah satu kawasan yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas tersebut.

Lihat Juga: DPRD Padangsidimpuan Terima Nota Pengantar Rancangan KUA-PPAS APBD 2027

Gus Irawan berharap kawasan Sipirok, Arse dan sekitarnya dapat berkembang menjadi sentra kopi dan jagung.

Menurutnya, pengembangan kopi juga harus dibarengi dengan upaya meningkatkan nilai tambah dan memperluas pasar.

Ia bahkan berharap kopi Sipirok nantinya memiliki identitas sendiri dan mampu menembus pasar ekspor.

“ Kita ingin nantinya kopi Sipirok keluar dengan nama dan identitasnya sendiri, bahkan bisa langsung diekspor, ” katanya.

Bupati juga mendorong petani menerapkan pola tanam terintegrasi antara kopi dan jagung.

Langkah itu dinilai penting karena tanaman kopi membutuhkan waktu sekitar dua tahun sebelum mulai menghasilkan.

Sambil menunggu kopi berbuah, lahan dapat dimanfaatkan untuk menanam jagung yang bisa dipanen dalam waktu sekitar empat bulan.

“ Kalau kopi baru berbuah sekitar dua tahun, maka selama menunggu bisa ditanam jagung. Jagung bisa dipanen sekitar empat bulan, ” jelasnya.

Menurut Gus Irawan, pola tersebut diharapkan menjaga pendapatan petani selama masa tunggu sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Ia menegaskan, keberhasilan program pertanian tidak semata-mata diukur dari luas lahan atau jumlah produksi, tetapi dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

“ Yang paling penting bagaimana kesejahteraan meningkat dan anak-anak kita bisa sekolah tinggi sehingga masa depan mereka lebih baik, ” ujarnya.

Selain sektor pertanian dan perkebunan, Gus Irawan juga meninjau sektor perikanan.

Di Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, Pemkab Tapsel menyerahkan dan melakukan restocking sebanyak 2.500 ekor benih ikan yang terdiri dari ikan jurung, tawes dan mas.

Restocking dilakukan setelah sebelumnya terjadi banjir dan longsor yang membawa material tanah dan pasir ke aliran sungai, sehingga, dengan kondisi tersebut menyebabkan banyak ikan di sungai mati.

Bupati berharap penebaran benih tersebut dapat menghidupkan kembali fungsi sungai sebagai kawasan lubuk larangan sekaligus menjadi sumber ekonomi masyarakat.

“ Ini mudah-mudahan menghidupkan kembali lubuk larangan sekaligus menyemangati masyarakat untuk menjaga sungai dan lingkungan, ” katanya.

” Saya meminta masyarakat menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan, ” terangnya.

Dalam setiap kunjungannya, Bupati turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.

Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar karena api berpotensi menyebar dan sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi lingkungan kering.

“ Jangan membuka lahan dengan membakar. Kalau ada alat pertanian, gunakan alat tersebut. Jangan sampai api kecil kemudian tidak terkendali, ” tegasnya.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Ia mengatakan, bersama Kapolres Tapsel, agenda turun ke desa akan dilakukan secara berkala untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus perkembangan program yang telah diberikan.

“ Kita akan turun lagi. Saya ingin melihat yang sudah kita bagikan itu benar-benar ditanam, dirawat dan berkembang, ” katanya.

Menurutnya, pemerintah harus mengetahui persoalan masyarakat secara langsung.

Dengan begitu, kebijakan yang diambil di tingkat kabupaten dapat lebih tepat sasaran.

Gus Irawan optimistis pengembangan pertanian, perkebunan, perikanan dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi kekuatan baru bagi pertumbuhan ekonomi Tapsel.

“ Kalau program ini berhasil, kepercayaan pemerintah pusat kepada Tapsel juga akan semakin kuat. Ketika kita dipercaya, peluang untuk mendapatkan program pengembangan berikutnya akan semakin besar, ” pungkasnya.(Wan)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya