Wartalive.co.id – Tradisi pembukaan lubuk larangan kembali digelar di Kelurahan Gunungbaringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, (24/03/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari budaya masyarakat Mandailing ini disambut antusias oleh ratusan warga yang datang untuk menyaksikan sekaligus ikut menangkap ikan di kawasan sungai yang selama ini dijaga bersama.
Sejak pagi hari, warga dari berbagai desa di sekitar Panyabungan Timur sudah mulai memadati lokasi sungai. Banyak di antara mereka membawa jala, serok, serta alat tangkap ikan lainnya untuk ikut meramaikan pembukaan lubuk larangan yang hanya dilakukan pada waktu tertentu.
Baca Juga : Polda Sumut Tetapkan Dua Tersangka Skandal Tambang Emas Ilegal Madina
Lubuk larangan sendiri merupakan kawasan sungai yang sebelumnya ditutup dari aktivitas penangkapan ikan dalam jangka waktu tertentu. Penutupan tersebut dilakukan agar ikan dapat berkembang biak dengan baik sehingga saat dibuka, masyarakat bisa menikmati hasilnya secara bersama-sama.
Dalam pelaksanaannya, suasana di lokasi terlihat ramai dan penuh semangat. Sejumlah peserta bahkan sudah lebih dulu menebar jala sebelum waktu resmi pembukaan dimulai. Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung meriah dengan warga yang berbondong-bondong turun ke sungai begitu waktu pembukaan tiba.
Selain menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, kegiatan lubuk larangan juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Di sepanjang jalan menuju lokasi, terlihat sejumlah warga membuka lapak dagangan dan warung dadakan untuk melayani pengunjung yang datang.
Berbagai jenis makanan dan minuman dijajakan oleh warga, mulai dari minuman dingin, gorengan, hingga makanan ringan. Kehadiran para pedagang tersebut turut menambah semarak suasana kegiatan sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat.
Salah seorang warga yang ikut menjala ikan mengatakan pembukaan lubuk larangan selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya.
Lihat Juga : Suasana Berbeda, Jalan Setia Budi Medan Terpantau Lengang di Hari Selasa
“Setiap ada pembukaan lubuk larangan seperti ini, kami selalu datang. Selain untuk mencoba menangkap ikan, juga untuk meramaikan acara dan bertemu dengan warga dari desa lain,” ujar Rahmat, warga setempat.
Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya sekadar kegiatan menangkap ikan, tetapi juga menjadi ajang mempererat hubungan sosial antarwarga.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya yang berharap tradisi lubuk larangan tetap dilestarikan karena sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Mandailing.
“Ini sudah menjadi tradisi turun-temurun. Selain menjaga kebersamaan masyarakat, kegiatan ini juga mengingatkan kita untuk menjaga sungai agar tetap bersih dan lestari,” kata seorang warga yang ikut menyaksikan kegiatan tersebut.
Masyarakat pun berharap kegiatan lubuk larangan dapat terus dilaksanakan secara rutin di masa mendatang, sehingga tradisi yang menjadi identitas budaya Mandailing tersebut tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. (Sry)

