Sunday, October 11, 2026

Pemkab Tapsel Matangkan Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Jafar Syahbuddin Ritonga memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Semester I Tahun 2026 di Aula Bappeda, Kompleks Perkantoran Pemkab Tapsel, Sipirok, Selasa (14/7/2026).

Rakor yang mengusung tema “Bersinergi Mengurangi Kemiskinan Mewujudkan Tapsel Sejahtera dan Berkeadilan” itu diikuti pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, serta Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) se Kabupaten Tapsel.

- Advertisement -

Mewakili Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga menegaskan, penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam mewujudkan visi pembangunan Tapsel yang sejahtera dan berkeadilan.

Menurutnya, kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang tidak hanya dipengaruhi oleh rendahnya pendapatan masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pangan, infrastruktur, kondisi geografis, lingkungan, hingga kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

Baca Juga : Pasca RDP, Pengusaha Botot Siap Pindah Bertahap

” Karena itu, penanggulangan kemiskinan tidak bisa dipandang hanya dari sisi ekonomi semata, tetapi harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan seluruh sektor, ” ujar Jafar Syahbuddin Ritonga.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tapsel.

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya pengelolaan program secara akuntabel, mulai dari pelaksanaan, pengawasan hingga pelaporan.

Ia meminta seluruh OPD menyampaikan laporan yang objektif sesuai kondisi di lapangan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.

” Kami tidak ingin menerima laporan yang hanya menyenangkan pimpinan, tetapi tidak menggambarkan kondisi sebenarnya. Evaluasi yang jujur akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, ” tegasnya.

Jafar mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025, angka kemiskinan Kabupaten Tapsel berhasil ditekan menjadi 6,16 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 8,25 persen maupun Provinsi Sumatera Utara sebesar 7,24 persen.

Capaian itu juga mengantarkan Kabupaten Tapsel meraih Peringkat II Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Percepatan Penurunan Stunting yang diserahkan beberapa waktu lalu di Kota Palembang.

Meski demikian, menurutnya, prestasi tersebut tidak boleh membuat seluruh jajaran berpuas diri. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 6,12 persen sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

” Target ini harus kita capai melalui kerja keras, inovasi dan sinergi seluruh pihak, terlebih setelah kita menghadapi dampak bencana pada akhir tahun 2025 yang memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat, ” katanya.

Untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, Pemkab Tapsel terus menjalankan berbagai program strategis, antara lain pembangunan hunian tetap dan hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana, Sekolah Rakyat, Program KUR Berkah berbunga nol persen, Gerakan Seribu Kolam, serta Gerakan Sepuluh Ribu Hektare Jagung guna meningkatkan pendapatan masyarakat.

” Selain itu, Pemkab Tapsel juga terus menguatkan komitmen dalam menjalankan tiga agenda besar yang diinisiasi Bupati Gus Irawan Pasaribu, yakni perang melawan kemiskinan, perang melawan rentenir, dan perang melawan penyalahgunaan narkoba, ” ungkapnya 

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tapsel, Jajang Maman, mengatakan rakor tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan selama Semester I Tahun 2026 sekaligus menyusun langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas program pada semester berikutnya.

Menurutnya, karakteristik kemiskinan di setiap kecamatan berbeda sehingga diperlukan kebijakan yang disesuaikan dengan potensi dan permasalahan masing-masing wilayah.

Lihat Juga : BAZNAS Tapsel dan Tim Pemburu Santuni Anak Yatim

” Strategi pengentasan kemiskinan dilakukan melalui peningkatan pendapatan masyarakat, pengurangan beban pengeluaran rumah tangga melalui berbagai bantuan pemerintah, serta peningkatan kualitas lingkungan permukiman dan pemberdayaan masyarakat, ” jelasnya.

Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun sinkronisasi program lintas sektor sehingga upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Tapsel dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran dan berkelanjutan menuju terwujudnya masyarakat yang semakin sejahtera dan berkeadilan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kepala BPS Tapsel Frits Fahridws Damanik, Koordinator PKH Tapsel Anwar Affandi, Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Tapsel Nur Aini Dewi, serta Kepala Bidang SDM dan Sosial Budaya Bappeda Tapsel Mikra Adelina Siagian.(Wan)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya