Wartalive.co.id – Kopi menjadi salah satu komoditas pertanian di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Potensi tersebut mendapat perhatian dalam agenda tur desa (turdes) yang dilakukan Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel selama dua hari, 5-6 September 2026.
Menggunakan sepeda motor, Kapolres menyusuri sejumlah wilayah di Kecamatan Sipirok, Arse hingga Saipar Dolok Hole (SD Hole).
Baca Juga: Di Polsek SD Hole, Kapolres Tapsel Ingatkan Anggota : Layani Masyarakat Dengan Baik
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres melihat langsung potensi pertanian sekaligus berdialog dengan masyarakat mengenai berbagai program pengembangan ekonomi lokal.
Dalam tur desa tersebut, Kapolres bersama Bupati turut meninjau sejumlah program pertanian dan menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan infrastruktur, irigasi serta pengembangan ekonomi lokal.
Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso mengatakan, kopi memiliki peluang besar menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat apabila pengembangannya dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada tahap produksi.
Menurutnya, hilirisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan komoditas kopi karena dapat meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada petani.
“ Yang kita dukung adalah bagaimana kopi ini tidak hanya diproduksi, tetapi juga dikembangkan sampai memiliki nilai tambah, ” ujar AKBP Anton.
Ia menegaskan, Polri mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lihat Juga: PTMSI, Disdik, KONI dan Cabdisdik Kolaborasi Cetak Atlet Muda
Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang.
“ Polri tentu mendukung program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu mengatakan, pengembangan kopi di Tapsel tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi.
Pemerintah daerah juga mendorong pengolahan dan pengembangan produk agar komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Pengembangan kopi tersebut mencakup aspek budidaya, pengolahan, penguatan identitas kopi Tapsel, hingga membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Pemkab Tapsel juga mendorong petani menerapkan pola tanam yang memungkinkan adanya sumber pendapatan selama tanaman kopi belum menghasilkan, salah satunya melalui pola tumpang sari kopi dengan jagung.
” Pengembangan komoditas kopi diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah sentra pertanian Tapsel, ” terangnya. (Wan)

