Sunday, October 11, 2026

PTMSI, Disdik, KONI dan Cabdisdik Kolaborasi Cetak Atlet Muda

Baca Juga

Wartalive.co.id – Turnamen tenis meja tingkat pelajar se-Kota Padangsidimpuan digelar melalui kolaborasi Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Padangsidimpuan, Dinas Pendidikan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah XI.

Kegiatan yang mengusung tema “Junjung Sportivitas, Raih Prestasi” tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong pembinaan sekaligus regenerasi atlet tenis meja sejak usia sekolah.

- Advertisement -

Turnamen terbuka bagi pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat dan pertandingan dipusatkan di GOR Kasmia, Jalan BM Muda, Kelurahan Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

Baca Juga: KNPI Diminta Perkuat Solidaritas dan Kerja Nyata

Ketua PTMSI Kota Padangsidimpuan, Muhammad Iqbal Harahap, mengatakan keterlibatan berbagai pihak menjadi kekuatan penting dalam menciptakan ruang kompetisi bagi pelajar sekaligus menemukan bibit-bibit atlet potensial.

“ Turnamen ini kita gelar bukan hanya untuk mencari juara, tetapi yang paling penting memberikan ruang kepada para pelajar untuk bertanding, mengasah kemampuan dan membangun mental kompetisi. Kita ingin bibit-bibit muda tenis meja di Padangsidimpuan terus tumbuh dan berkembang, ” ujar Muhammad Iqbal, Senin (7/9/2026)

Menurutnya, pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dukungan sekolah, pemerintah melalui Dinas Pendidikan, KONI dan Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah XI diperlukan agar proses pembinaan atlet dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa sportivitas menjadi bagian penting dalam kompetisi tersebut, bukan hanya mengejar juara.

Para peserta diharapkan tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mampu menghormati lawan dan menjadikan pertandingan sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan.

“ Menang atau kalah adalah bagian dari proses. Yang paling penting adalah berani bertanding, menghormati lawan dan terus belajar untuk meningkatkan kemampuan, ” katanya.

Iqbal menyampaikan, pendaftaran peserta dibuka hingga Senin, 7 September 2026, tanpa dipungut biaya. Selanjutnya, technical meeting dijadwalkan pada Selasa, 8 September 2026, mulai pukul 15.00 WIB.

Lihat Juga: Polres Tapsel Bongkar Peredaran Sabu di Sipirok

Sementara pertandingan berlangsung selama tiga hari, yakni 10-12 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Panitia juga menyiapkan trofi, sertifikat dan uang pembinaan bagi para peserta berprestasi, mulai dari Juara I, Juara II, Juara III bersama hingga peserta yang berhasil mencapai babak delapan besar.

Muhammad Iqbal berharap kolaborasi lintas lembaga tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun sistem pembinaan tenis meja yang lebih terarah di Kota Padangsidimpuan.

“ Kami berharap dari kegiatan ini muncul atlet-atlet muda yang nantinya bisa membawa nama Padangsidimpuan di tingkat Provinsi maupun nasional. Ini adalah salah satu langkah kita untuk membangun regenerasi, ” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar menjadikan kompetisi sebagai proses belajar dan membangun mental.

“ Jangan takut kalah. Kekalahan dalam pertandingan adalah bagian dari proses menjadi atlet. Yang penting sportif, disiplin dan mau terus berlatih. Prestasi itu lahir dari proses yang panjang, ” tegasnya.

Terpisah Ketua KONI Kota Padangsidimpuan, Hasanuddin Sipahutar, menyambut positif pelaksanaan turnamen tenis meja tingkat pelajar tersebut.

Menurutnya, kompetisi usia pelajar merupakan bagian penting dalam membangun fondasi pembinaan olahraga prestasi di Kota Padangsidimpuan.

“ KONI sangat mendukung turnamen seperti ini. Pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Harus dimulai sejak usia pelajar, diberikan ruang bertanding, kemudian dibina secara berkelanjutan, ” ujar Hasanuddin.

Ia menilai, turnamen pelajar bukan sekadar ajang memperebutkan trofi dan hadiah, tetapi menjadi sarana untuk mengukur kemampuan sekaligus menemukan atlet-atlet muda yang memiliki potensi untuk dikembangkan ke jenjang lebih tinggi.

“ Dari kompetisi seperti inilah kita bisa melihat siapa yang memiliki bakat, teknik, mental dan semangat bertanding. Atlet yang potensial jangan sampai berhenti setelah turnamen selesai, tetapi harus mendapat pembinaan lanjutan, ” katanya.

Hasanuddin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara PTMSI, Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah XI, KONI, sekolah, pelatih dan orang tua.

“ Kalau semua pihak berjalan bersama, saya yakin pembinaan olahraga di Padangsidimpuan akan semakin kuat. Sekolah menjadi tempat menemukan bibit, organisasi cabang olahraga melakukan pembinaan, sementara KONI mendorong agar atlet-atlet potensial memiliki jalur menuju prestasi yang lebih tinggi, ” ungkapnya.

Menurut Hasanuddin, KONI Kota Padangsidimpuan memiliki kepentingan besar terhadap munculnya atlet-atlet muda dari berbagai cabang olahraga.

Karena itu, ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan.

“ Target kita bukan hanya melahirkan juara hari ini. Yang lebih penting adalah membangun atlet yang bisa berprestasi dalam jangka panjang dan membawa nama Kota Padangsidimpuan di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional, ” tegasnya.(Wan)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya