Wartalive.co.id — Aksi arogan seorang pengendara sepeda motor di kawasan Jalan Setia Budi, Medan, mendadak menjadi sorotan dan memicu kekesalan pengguna jalan lainnya pada Minggu (17/5). Pengendara yang tidak diketahui identitasnya tersebut dinilai sangat mengganggu ketertiban lalu lintas karena berkendara tanpa mengindahkan aturan keselamatan dan kenyamanan bersama.
Kehadirannya langsung menarik perhatian negatif lantaran suara bising yang keluar dari kendaraan tersebut, ditambah dengan kepulan asap tebal yang mengganggu pandangan pengendara di belakangnya.
Ketidaknyamanan para pengguna jalan semakin memuncak karena pemuda tersebut berkendara sambil menikmati rokok elektrik atau vape. Embusan asap tebal dari rokok elektriknya berulang kali mengenai wajah pengendara lain, yang tentu saja dinilai sangat egois dan membahayakan konsentrasi orang lain saat berkendara.
Selain masalah polusi udara dari rokok elektrik, sepeda motor yang digunakannya juga dimodifikasi menggunakan knalpot brong yang mengeluarkan suara bising memekakkan telinga. Tak hanya itu, pelanggaran hukumnya semakin lengkap karena ia nekat berkendara tanpa menggunakan helm pelindung dan diduga kuat menggunakan plat nomor kendaraan palsu.
Baca Juga : Kapolres Padangsidimpuan Pimpin Panen Raya Jagung
Tindakan tidak terpuji ini memancing reaksi keras dari warga setempat yang kerap menyaksikan perilaku serupa di kawasan tersebut. Anju, salah seorang masyarakat Setia Budi, menyatakan keprihatinannya dan menilai bahwa pelaku kemungkinan besar masih berstatus sebagai pelajar yang mencari jati diri dengan cara yang keliru.
“Itu biasanya anak-anak sekolah yang baru bandal. Jadi masih petantang-petenteng di jalan. Banyaklah disekitar sini yang seperti itu. Manusia-manusia yang suka bikin rusuh, buat onar, ya begitulah bentukannya,” ujar Anju.
Keresahan senada juga disampaikan oleh para pelaku usaha di sepanjang Jalan Setia Budi yang sering melihat gesekan antar-pengendara akibat perilaku egois seperti itu. Asran, salah satu pedagang di sekitar kawasan tersebut, mengingatkan pentingnya saling menghargai dan memiliki kesadaran diri agar tidak memancing amarah warga Medan yang dikenal temperamental.
“Kalau rokok elektrik di jalan begitu jangan lah. Karena tidak semua orang suka bau asapnya itu. Nanti ditegur marah, lebih bagus sadar diri ajakan sebelum ditegur. Taulah orang medan ini gampang emosian. Jadi bagus-bagus sajalah kita dijalan, jangan buat perkara sama orang lain,” ujar Asran mengingatkan.(Febrian)

