Wartalive.co.id – Wakil Wali Kota Gunungsitoli menghadiri Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera Tahun 2026, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar di Hotel Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa, Jalan Sutomo Nomor 1, Perintis, Kota Medan.
Wakil Wali kota Gunungsitoli membenarkan hal itu saat dikonfirmasi oleh wartawan, Rakor ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, katanya.
Ia mengatakan, Tujuannya untuk memperkuat koordinasi, advokasi, sinkronisasi kebijakan, serta konvergensi program dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Sumatera.
Forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen daerah dalam memastikan intervensi terhadap sasaran prioritas dapat dilaksanakan secara terpadu, berbasis data, dan berkelanjutan.

Baca Juga : 5 Proyek Strategis Gunungsitoli Diusulkan ke Bappenas
Kegiatan dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc., serta para kepala daerah se-Provinsi Sumatera Utara dan sejumlah pejabat pemerintah pusat maupun daerah.
Sejumlah narasumber turut memberikan paparan, di antaranya Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Ir. Restuardy Daud, M.Sc., Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH, Kepala Bapperida Provinsi Sumut, Dr. H. Dikky Anugerah Panjaitan, S.Sos.,M.SP., dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, H. Muhammad Faisal Hasrimy, A.P., M.A.P.
Dorong Intervensi Terpadu
Bagi Pemerintah Kota Gunungsitoli, keikutsertaan dalam forum regional ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dan komitmen dalam penanganan stunting.
“Berbagai strategi dan kebijakan yang dibahas diharapkan dapat menjadi penguatan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas intervensi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan program pencegahan stunting menyentuh kelompok sasaran secara tepat,” ujar Wakil Wali Kota.
Pemko Gunungsitoli juga terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, perangkat daerah, tenaga kesehatan, keluarga, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya agar upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting berjalan konsisten dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi “Gunungsitoli Hebat” untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.
(Yarman Hulu)

