Wartalive.co.id – Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe menegaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi peserta didik selama bulan suci Ramadan.
Hal tersebut disampaikan saat melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kota Padangsidimpuan, Senin (23/2/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota meninjau proses distribusi makanan, memeriksa kualitas menu, serta memastikan kebersihan dan ketepatan sasaran penerima manfaat.
Baca Juga : PTSL 2026 Sasar Sejumlah Desa/Kelurahan di Padangsidimpuan
Peninjauan dilakukan di beberapa sekolah, di antaranya SDN 200109, SDN 200111, SDN 200115, serta SMP Negeri 1 Padangsidimpuan.
Selain mengecek pelaksanaan teknis, Wali Kota juga berdialog dengan kepala sekolah, guru dan siswa untuk mendengar langsung aspirasi di lapangan.
Ia menekankan, ibadah puasa tidak boleh menjadi alasan berkurangnya perhatian terhadap kebutuhan gizi anak-anak.
“ Meski sedang menjalankan ibadah puasa, siswa harus tetap mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Kondisi tubuh yang sehat sangat penting agar mereka tetap fokus belajar dan menjalankan aktivitas sehari-hari, ” ujar Wali Kota.
Menurutnya, program MBG sendiri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi anak sejak usia sekolah.
” Program MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat dan berdaya saing, ” tegasnya
Wali Kota menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan berkomitmen terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala guna menjaga kualitas, transparansi dan keberlanjutan program.
” Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan setiap siswa memperoleh hak atas makanan bergizi sebagai fondasi menuju generasi yang sehat, kuat dan unggul, ” tuturnya.
Sementara, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kota Padangsidimpuan, Dian Erlangga Putra Simanjuntak, menjelaskan, bahwa menu MBG selama Ramadan telah disesuaikan dengan kebutuhan siswa yang berpuasa.
Kandungan gizi tetap diperhitungkan agar mampu menunjang daya tahan tubuh peserta didik.
“ Menu yang disalurkan tetap mengacu pada standar gizi seimbang. Kami memastikan kebutuhan nutrisi harian siswa tetap terpenuhi meskipun dalam suasana Ramadan, ” jelasnya.(Wan)

