Monday, October 12, 2026

Tambak dan Kebun Kopi Dipulihkan, Pemulihan Ekonomi Aceh Terus Diakselerasi

Baca Juga

Wartalive.co.id – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR)
Pascabencana Sumatera terus memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat
terdampak bencana, termasuk di Provinsi Aceh, melalui pengaktifan
kembali sektor-sektor produktif. Pemulihan tambak, pendampingan
petambak, dan penyediaan bibit kopi menjadi bagian dari upaya
mengembalikan mata pencaharian warga secara bertahap dan berkelanjutan.

Pemulihan ekonomi merupakan satu dari lima klaster prioritas Satgas PRR
di wilayah terdampak bencana bersama klaster permukiman, infrastruktur,
sosial, dan tata kelola. Klaster ekonomi mencakup sektor pertanian,
perkebunan, perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah, pasar rakyat,
serta pariwisata.

- Advertisement -

Di sektor perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
menargetkan 15.000 hektare tambak terdampak di Aceh kembali beroperasi
hingga akhir 2026. Sebagai tahap awal, sekitar 5.200 hektare ditargetkan
dapat difungsikan paling lambat September 2026. Hingga akhir Juli,
seluas 694 hektare telah kembali beroperasi melalui penebaran benih
udang, bandeng, kakap, dan nila salin.

Baca Juga : Pemulihan Permanen Makin Melaju, 12 Kementerian dan Lembaga Mulai Realisasikan Renduk

Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura menegaskan
keberhasilan pemulihan tidak hanya diukur dari selesainya rehabilitasi
fisik, tetapi dari kembalinya produktivitas dan penghasilan masyarakat.

“Tujuan kami bukan sekadar memperbaiki tambak, tetapi memastikan
masyarakat kembali berproduksi. Karena itu, setelah rehabilitasi
selesai, kami juga menyiapkan bantuan benih dan pakan sehingga petambak
dapat langsung memulai budidaya,” ujar Andy saat meninjau tambak di
Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

Untuk mempercepat pekerjaan, KKP menyalurkan 12 unit ekskavator ke Aceh,
Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak delapan unit di antaranya
difokuskan untuk rehabilitasi tambak di sejumlah kabupaten di Aceh.
Dukungan juga menyasar nelayan melalui bantuan mesin kapal dan 100 unit
kotak pendingin berkapasitas 300 liter di Kabupaten Bireuen dan Aceh
Utara.

Pengaktifan kembali tambak berpotensi memberikan dampak ekonomi
langsung. Dengan penerapan teknologi tradisional plus, setiap hektare
tambak diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 600 kilogram udang dalam
satu siklus budidaya selama tiga bulan. Dengan asumsi harga rata-rata
Rp50.000 per kilogram, potensi omzetnya mencapai sekitar Rp30 juta per
hektare per siklus.

Seluruh bantuan benih, pakan, dan sarana produksi tersebut diberikan
tanpa pungutan biaya. Penyuluh perikanan bersama dinas terkait juga
disiapkan untuk mendampingi petambak hingga masa panen, sementara
masyarakat dan media didorong ikut mengawasi agar pelaksanaannya tepat
sasaran.

Fazil, petambak asal Pidie Jaya, mengatakan bantuan tersebut memberinya
modal untuk memulai kembali usaha setelah tambaknya terdampak bencana.
“Bantuan benih dan pakan ini sangat membantu kami untuk kembali
beroperasi. Saya yakin tiga bulan ke depan sudah bisa panen,” ujarnya.

Lihat Juga : Pemko Padangsidimpuan Buka Jalan UMKM Masuk Indomaret

Pemulihan ekonomi juga diperkuat melalui sektor perkebunan. Kementerian
Pertanian telah menyiapkan 4 juta bibit kopi untuk mendukung
rehabilitasi kebun di kawasan Gayo. Dukungan tersebut diharapkan
membantu petani membangun kembali sumber penghasilan sekaligus menjaga
keberlanjutan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Aceh.

Kepala Posko Satgas PRR Wilayah Aceh, Safrizal ZA, mengatakan bantuan
produktif akan terus diarahkan untuk mempercepat kebangkitan ekonomi
masyarakat. “Untuk kawasan Gayo, sebanyak empat juta bibit kopi sudah
siap disalurkan. Ini merupakan bagian dari upaya untuk menstimulasi,
mengakselerasi, dan memulihkan kembali perekonomian Aceh yang sebelumnya
sempat terdampak,” kata Safrizal.

Sumber : Satgas PRR

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya