Monday, October 12, 2026

Ironi Rumah Pahlawan, Jejak Nasution di Kotanopan Kian Lapuk

Baca Juga

Wartalive.co.id – Rumah kelahiran Abdul Haris Nasution di Desa Hutapungkut Jae, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan terancam semakin rusak, (24/4/2026)

Bangunan sederhana berukuran sekitar 8 x 6 meter itu tampak mulai dimakan usia. Tiang penyangga, lantai, hingga dinding kayu terlihat keropos, bahkan di beberapa bagian sudah berlubang. Kondisi ini kontras dengan sosok besar yang pernah lahir dari tempat tersebut.

- Advertisement -

Sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia, Abdul Haris Nasution dikenal sebagai Jenderal Besar bintang lima, perintis strategi perang gerilya, serta pernah menjabat Kepala Staf Angkatan Darat, Menteri Koordinator, hingga Ketua MPRS.

Baca Juga : Andre Syahbana Harumkan Madina Lewat Karya “Harangan Rarangan”

Rumah ini dulunya merupakan tempat tinggal orang tuanya hingga akhir hayat. Ayahnya, Abdul Halim Nasution, wafat pada 1952, sedangkan ibunya, Sahara Lubis, meninggal dunia pada 1981. Keduanya dimakamkan tidak jauh dari lokasi rumah.

Kini, rumah tersebut sudah tidak lagi dihuni, namun masih dirawat secara sederhana oleh keluarga bernama Yusuf yang tinggal di sekitar lokasi.

Menurut warga setempat, usia bangunan diperkirakan telah mencapai lebih dari 100 tahun. Kondisinya pun semakin rapuh seiring waktu.

“Kalau tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan rumah ini bisa rusak total. Padahal ini bagian dari sejarah,” ujar M. Nuh, warga Hutapungkut Jae.

Ia juga menuturkan, berdasarkan cerita turun-temurun, Abdul Haris Nasution tinggal di rumah tersebut hingga usia sekitar 15 tahun sebelum melanjutkan pendidikan ke luar daerah. Setelah menjadi tokoh nasional, ia diketahui masih beberapa kali pulang ke kampung halamannya dalam momen penting keluarga.

Lihat Juga : Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Amankan 4,45 Kg Ganja di Tano Bato

Kondisi rumah yang kian memprihatinkan ini memunculkan keprihatinan warga. Mereka berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat untuk melakukan renovasi atau menjadikannya sebagai situs sejarah yang layak.

Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa pahlawan, pelestarian rumah ini juga dinilai penting sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal sejarah perjuangan bangsa.(Sry)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya