Wartalive.co.id — Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, dilaporkan mulai berangsur pulih pada Jumat (6/2/2026). Kondisi ini berdampak pada berkurangnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan kembalinya kelancaran arus lalu lintas.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan di beberapa SPBU, khususnya di kawasan Aek Galoga dan Aek Godang, tidak lagi mengular panjang. Arus lalu lintas di sekitar lokasi tersebut juga terpantau lebih lancar dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Seorang petugas SPBU di Panyabungan, Hasan, mengatakan distribusi BBM dalam beberapa hari terakhir sudah lebih stabil. Pihak SPBU bahkan membuka pelayanan sejak dini hari untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Baca Juga : Satpol PP dan Dinsos Medan Amankan ODGJ yang Meresahkan Warga di Jalan S. Parman
“Stok BBM sudah mulai normal. Kami membuka pelayanan sejak pagi buta agar antrean bisa terurai dan tidak menumpuk pada siang hari sehingga tidak mengganggu lalu lintas,” ujarnya.
Menurut Hasan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi dan mencegah kemacetan di sekitar SPBU akibat penumpukan kendaraan.
Sementara itu, Madan, salah seorang warga yang berprofesi sebagai penjual minyak ketengan, mengaku sudah terbiasa datang sejak pukul 04.00 WIB untuk mengantre BBM.
Lihat Juga : Orang Tua Siswa Padati BRI untuk Pengambilan Kartu ATM KIP
“Biasanya kami datang jam empat pagi karena SPBU mulai buka. Memang ramai sampai sekitar jam delapan, tapi itu supaya siangnya tidak terjadi kemacetan,” katanya.
Seiring membaiknya pasokan BBM, harga minyak ketengan di Panyabungan juga mulai turun. Jika sebelumnya sempat mencapai Rp25.000 per liter, kini harga berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp15.000 per liter.
Pantauan di SPBU kawasan Aek Galoga dan Aek Godang menunjukkan kondisi lalu lintas telah kembali normal. Aktivitas masyarakat pun mulai berjalan lancar tanpa terganggu antrean panjang kendaraan.
Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan terus mengawasi distribusi BBM agar pasokan tetap stabil dan tidak kembali memicu kepadatan maupun lonjakan harga di tingkat pengecer. (SW)

