Tuesday, October 13, 2026

Tanpa Coret-coret, Perpisahan SMA Kini Lebih Sakral

Baca Juga

Wartalive.co.id – Suasana perpisahan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) kini mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu identik dengan aksi coret-coret seragam hingga konvoi di jalanan, kini perpisahan sekolah lebih diarahkan menjadi kegiatan yang tertib, terkonsep, dan sarat makna, (16/4/2026)

Perubahan ini terlihat jelas dalam pelaksanaan acara perpisahan di SMA Negeri 2 Plus Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sekolah tersebut menggelar acara perpisahan dengan konsep yang lebih formal dan sakral, jauh dari kesan hura-hura seperti yang kerap terjadi di masa lalu.

- Advertisement -

Acara perpisahan telah dipersiapkan dengan baik, lengkap dengan susunan acara yang rapi. Kegiatan diisi dengan penampilan seni dari siswa-siswi, penyampaian pesan dan kesan, serta prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat.

Baca Juga : Warga Madina Pertanyakan Pengelolaan Bantuan Bedah Rumah

Menariknya, para siswa tampil dengan busana yang elegan. Siswi mengenakan kebaya dengan riasan wajah (make-up) yang menambah kesan anggun, sementara siswa tampil rapi dengan pakaian formal. Tidak terlihat lagi aksi coret-coret seragam yang dulunya menjadi “tradisi” setelah pengumuman kelulusan.

Salah satu guru di sekolah tersebut menyebutkan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa agar lebih menghargai momen perpisahan sebagai fase penting dalam kehidupan.

“Sekarang kita arahkan agar perpisahan ini menjadi kenangan yang indah dan bermakna, bukan sekadar euforia sesaat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang siswa yang mengaku lebih menikmati konsep perpisahan saat ini. Menurutnya, acara yang tersusun rapi membuat momen kebersamaan bersama teman dan guru terasa lebih berkesan.

Lihat Juga : Pelayanan Kesehatan Gratis PKK Sumut Disambut Antusias Warga Asahan

“Lebih enak seperti ini, bisa kumpul, tampil, dan mengabadikan momen tanpa harus coret-coret baju,” kata Nisah.

Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran budaya di kalangan pelajar. Perpisahan tidak lagi diwarnai aksi yang berpotensi merugikan, melainkan menjadi ajang apresiasi, refleksi, dan penghormatan atas perjalanan selama menempuh pendidikan.

Dengan konsep yang lebih tertata dan bernilai positif, perpisahan SMA masa kini diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa sekaligus menjadi contoh baik bagi generasi berikutnya.(Sry)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya