Wartalive.co.id — Kondisi infrastruktur jalan di kawasan Jalan Karya Jaya kian memprihatinkan. Jalan yang menjadi salah satu urat nadi aktivitas masyarakat sekitar kini dipenuhi lubang menganga dengan kedalaman bervariasi. Kerusakan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga mulai mengancam keselamatan para pengguna jalan yang melintas setiap harinya.
Saat cuaca cerah, debu tebal beterbangan dan mengganggu jarak pandang serta pernapasan. Namun, pemandangan akan berubah drastis menjadi jauh lebih buruk ketika intensitas hujan mulai tinggi. Lubang-lubang besar di sepanjang badan jalan seketika berubah fungsi menjadi kubangan air layaknya kolam kecil yang siap menjebak kendaraan.
Dampak buruk dari rusaknya fasilitas publik ini sangat dirasakan oleh para pelaku usaha di sepanjang pinggir jalan tersebut. Yanti, salah seorang penjual makanan di sekitar lokasi, mengeluhkan bagaimana kondisi jalan yang kupak-kapik ini secara langsung menurunkan omzet pendapatannya karena kenyamanan pembeli menjadi terganggu.
Baca Juga : Empat Napi Jadi Tersangka, AWP2J : Dalang di Balik Lolosnya Ganja Harus Diungkap
“Setiap hujan, pasti banjir ginilah. Karena lubannya udah jadi kubangan gini, nampung air hujan. Kalau hujan uda pasti air tergenang,” ujar Yanti dengan nada kecewa saat ditemui di warung miliknya, (12/6).
Menurut Yanti, genangan air yang tak kunjung surut setelah hujan reda membuat cipratan air kotor kerap mengenai area depan tempat usahanya. Hal ini membuat para pelanggan enggan untuk singgah dan menikmati makanan di sana, terutama saat cuaca sedang buruk.
Keluhan senada juga datang dari masyarakat sekitar yang setiap hari harus melewati jalur tersebut untuk beraktivitas. Genangan air yang keruh menyulitkan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, untuk memprediksi kedalaman lubang yang tertutup air, sehingga sering kali memicu kecelakaan tunggal.
Ibal, salah satu warga setempat, meluapkan kekesalannya terhadap lambatnya respons dari pihak terkait dalam menangani kerusakan jalan ini. Ia merasa sangat terganggu karena genangan lumpur kerap mengotori kendaraan masyarakat yang baru saja dibersihkan.
“Secepatnya diperbaiki lah jalan rusak ini, karena tiap ujan banjir. Kereta baru dicuci lewat situ jorok lagi. Disini juga banyak komplek elit, masak jalannya jelek kan,” ujar Ibal, (12/6).
Lihat Juga : Peredaran Sabu di Pedesaan Digulung Polisi Tapsel
Sindiran Ibal mengenai keberadaan kawasan perumahan elit di sekitar Jalan Karya Jaya memang bukan tanpa alasan. Warga menilai, kontrasnya fasilitas jalan umum yang rusak parah dengan kawasan pemukiman mewah di sekitarnya menunjukkan kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap pemerataan dan pemeliharaan infrastruktur kota.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda perbaikan nyata secara permanen dari dinas terkait, selain penimbunan seadanya yang cepat hancur kembali. Masyarakat dan para pedagang di Jalan Karya Jaya sangat berharap pemerintah segera turun tangan melakukan pengaspalan ulang sebelum memakan lebih banyak korban jiwa.

