Tuesday, October 13, 2026

Hujan Deras Picu Daya Beli Turun, Pasar Tambangan Sepi

Baca Juga

Wartalive.co.id – Aktivitas di pasar tradisional yang biasa ramai setiap hari Rabu di Tambangan kini terlihat lenggang. Sejumlah pedagang dan pembeli mengeluhkan turunnya daya beli masyarakat dalam sepekan terakhir, yang dipicu oleh curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal, (22/4/2026)

Pantauan di lapangan, lapak-lapak pedagang tampak sepi pengunjung. Beberapa pedagang bahkan memilih menutup dagangannya lebih awal karena minimnya transaksi.

- Advertisement -

Salah seorang pembeli, Nuraini, mengaku kondisi ekonomi keluarganya sedang tertekan akibat hasil karet yang menurun drastis. Ia menyebut, hujan yang terjadi hampir setiap hari membuat kualitas getah karet menjadi buruk dan harga jualnya ikut merosot.

Baca Juga : Simpang Asisi Kota Medan Macet, Parkir Liar Kuasai Badan Jalan

“Sudah seminggu ini hujan terus. Kalau hujan, karet kami tidak bagus hasilnya. Kadang tidak bisa disadap sama sekali, jadi pendapatan kami berkurang,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya. Mereka mengatakan bahwa penghasilan dari sektor perkebunan, khususnya karet, sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ketika hujan turun terus-menerus, produksi menurun dan berdampak langsung pada kemampuan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan harian.

Seorang pedagang sembako, Rahmad, mengaku omzet penjualannya turun hingga 50 persen dibandingkan hari pasar biasanya. Ia berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas ekonomi kembali normal.

“Biasanya hari Rabu ini ramai, tapi sekarang sepi sekali. Pembeli banyak yang mengurangi belanja karena penghasilan mereka juga berkurang,” katanya.

Lihat Juga : Sumut Bidik Akselerasi Ekonomi 2027, Fokus Potensi dan Pemerataan

Menurut warga, kondisi ini bukan hanya dirasakan oleh petani karet, tetapi juga berdampak pada seluruh sektor ekonomi masyarakat desa. Mereka berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk mencari solusi, terutama dalam membantu petani menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Selain itu, warga juga berharap harga komoditas karet dapat kembali stabil sehingga dapat menopang kebutuhan hidup sehari-hari. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan semakin banyak masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

Situasi pasar yang sepi ini menjadi gambaran nyata bagaimana cuaca ekstrem dapat berdampak langsung pada roda perekonomian masyarakat, khususnya di daerah yang bergantung pada hasil perkebunan seperti karet.(Sry)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya