Monday, October 12, 2026

Pertamina Pantau Ketat Keselamatan Awak Kapal di Selat Hormuz

Baca Juga

Wartalive.co.id – PT Pertamina (Persero) kini memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan para awak kapal mereka yang terjebak di tengah ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh personel yang bertugas di wilayah konflik tersebut tetap terlindungi di bawah pengawasan ketat perusahaan.

Saat ini, teridentifikasi ada empat kapal milik Pertamina yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. Dari jumlah tersebut, dua kapal dilaporkan masih berada tepat di area Selat Hormuz, sementara dua armada lainnya dipastikan berada di lokasi yang lebih aman di luar jalur perairan tersebut.

- Advertisement -

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pemantauan posisi seluruh armada secara intensif dan berkala. Hal ini disampaikan dalam acara pertemuan dengan media di Jakarta, di mana ia mengonfirmasi keberadaan kapal-kapal tersebut di zona berisiko. “Untuk di Selat Hormuz memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana. Totalnya ada empat kapal, dua lainnya berada di luar Selat Hormuz,” ujar Baron usai kegiatan buka puasa bersama media di Graha Pertamina, Selasa (3/3).

Baca Juga : Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Pantai Cermin Lewat Aksi Penyamaran

Fokus utama perusahaan saat ini tidak hanya tertuju pada keamanan infrastruktur, tetapi lebih menekankan pada faktor kemanusiaan. Baron menegaskan bahwa nyawa para kru kapal merupakan prioritas tertinggi, disusul dengan pengamanan aset-aset strategis milik negara yang sedang melintas di sana. “Jadi saat ini kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan dari para awak kapal, kemudian juga terkait dengan aset kapal yang berada di sana,” tegasnya.

Meskipun situasi di kawasan tersebut kian memanas, Pertamina melaporkan bahwa hingga detik ini, seluruh awak kapal dan unit armada dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak ada laporan mengenai gangguan fisik maupun kendala operasional yang membahayakan personel di lapangan.

Baca Juga : Pasar Tanjung Rejo Semrawut, Pedagang dan Becak Motor Kuasai Badan Jalan

Dalam menghadapi eskalasi konflik ini, Pertamina proaktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak berwenang, termasuk Kementerian Luar Negeri. Koordinasi lintas sektor ini dilakukan untuk memitigasi risiko serta memastikan adanya perlindungan hukum dan keamanan bagi aset nasional di luar negeri. “Kami berkoordinasi dan berterima kasih kepada seluruh stakeholder, baik dari Kementerian Luar Negeri maupun pihak-pihak terkait yang membantu mengamankan aset dan para awak kapal di sana,” katanya.

Selain memantau kapal, Pertamina turut memetakan tiga lini bisnis yang terdampak langsung oleh dinamika Timur Tengah, yakni sektor pengangkutan energi global (PIS), operasi hulu di Irak (PIEP), serta pengadaan minyak mentah (Patra Niaga). Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas pasokan energi nasional tetap terjaga. (Febrian)

Sumber: Kompastv

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya