Wartalive.co.id – Upaya pencegahan banjir dan longsor terus diperkuat di wilayah rawan bencana, salah satunya melalui pembangunan dan optimalisasi sabo dam. Struktur pengendali sedimen ini dinilai berperan penting menahan material batu, kayu, dan lumpur agar tidak langsung masuk ke aliran sungai dan permukiman warga saat hujan deras, (1/3/2026)
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 25 Februari 2026, jumlah pengungsi di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mengalami penurunan signifikan dari sebelumnya 2.108.582 orang menjadi 11.250 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.400 orang berada di Provinsi Aceh dan 850 orang di Provinsi Sumatera Utara.
Selain itu, masih terdapat lima desa di dua provinsi yang memerlukan penataan ulang akibat dampak bencana, yakni tiga desa di Aceh dan dua desa di Sumatera Utara. Sementara itu, tidak ada desa di Sumatera Barat yang perlu ditata ulang. Dari total 52 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 38 daerah telah kembali normal, tiga daerah mendekati normal, dan 11 kabupaten/kota masih membutuhkan perhatian khusus dalam proses pemulihan.
Baca Juga ; Gubernur Bobby Nasution Targetkan Sekolah Rakyat Padangsidimpuan Bisa Dipakai Juli 2026
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, sabo dam menjadi salah satu infrastruktur penting untuk menekan risiko banjir bandang dan longsor, terutama di daerah aliran sungai yang berhulu di kawasan perbukitan. Selain menahan material sedimen, sabo dam juga berfungsi mengurangi kecepatan aliran air saat terjadi hujan lebat.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan perawatan sabo dam agar tetap berfungsi optimal. Masyarakat di sekitar daerah aliran sungai juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kelestarian lingkungan guna mendukung upaya mitigasi bencana.
Dengan adanya sabo dam serta dukungan penanganan pascabencana yang semakin terarah, diharapkan potensi banjir dan longsor di Tapanuli Tengah dapat ditekan, sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal secara bertahap. (Sry)

