Wartalive.co.id – Langit Dusun Tamansari, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tampak cerah pagi itu, Jumat (27/3/2026)
Namun, bagi ratusan warga yang akan segera menempati Hunian Tetap (Huntap), hari tersebut terasa lebih dari sekadar cerah, namun membawa harapan baru.
Satu per satu warga berdatangan, wajah mereka menyiratkan antusiasme sekaligus rasa syukur akan mendapatkan hunian baru usai tempat tinggal mereka diterpa bencana beberapa waktu lalu.
Di tengah kesederhanaan dusun yang selama ini menjadi saksi perjalanan hidup mereka, bantuan demi bantuan mulai tersusun rapi.
Baca Juga : Dari Duka ke Harapan, 120 Huntap Diserahkan untuk Warga Tapsel
Bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang akan menempati Hutap dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Bantuan yang datang mulai dari peralatan dapur hingga kebutuhan sehari-hari, semuanya seolah menjadi jawaban atas kegelisahan yang selama ini mereka rasakan.
Hari itu, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tapsel hadir langsung menyapa warga.
Dipimpin Ketua TP PKK, Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, didampingi jajaran pengurus TP PKK Kabupaten serta Ketua TP PKK Kecamatan Batangtoru, Ny. Diana Maratinggi Siregar, bantuan diserahkan langsung secara simbolis dan disambut hangat oleh masyarakat.
Bagi warga, momen ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah titik awal menuju kehidupan yang lebih layak. Terlebih, mereka akan segera menempati Huntap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Di antara kerumunan, seorang ibu paruh baya tampak memeluk paket bantuan berisi perlengkapan dapur. Matanya terlihat berkaca-kaca.
“ Ini sangat membantu kami. Selama ini kami bingung harus mulai dari mana saat pindah nanti, ” ujarnya lirih.
Sebanyak 120 paket peralatan dapur dibagikan, mulai dari peralatan dapur, seperti kompor, tabung gas, regulator, kuali, sendok goreng, panci, centong, piring, gelas, sendok makan, sendok nasi, gayung dan ember.
Selain itu, TP PKK juga menyerahkan 227 paket pakaian yang berisi selimut, handuk, pakaian pria dan wanita dewasa, mukena, kain sarung, serta Al-Qur’an.
Bantuan yang diberikan tak berhenti di situ. Paket sembako dengan berbagai kebutuhan pokok berupa beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula 1 kilogram, tepung terigu 1 kilogram, susu kental manis, ikan kaleng, aneka roti kering, makanan siap saji, kecap, saus, garam, teh, mi instan satu dus, air mineral satu dus, juga ikut melengkapi kebutuhan warga.
Bahkan, perlengkapan mandi seperti sabun, sampo, dan sikat gigi turut disalurkan, memastikan warga dapat memulai hidup baru dengan lebih layak dan nyaman.
Kehadiran bantuan ini seperti menyapu rasa cemas yang selama ini membayangi warga, karena, dengan menempati rumah baru bukan lagi sekadar mimpi, tetapi sebuah langkah nyata yang kini terasa lebih ringan.
Bagi Ny. Murni, bantuan ini adalah bentuk nyata tidak hanya kehadiran pemerintah, tapi juga kehadiran PKK di tengah masyarakat
Lihat Juga : Modus Investasi Fiktif Eks Pimpinan BNI Aek Nabara
“ Kami ingin memastikan warga tidak hanya memiliki rumah, tetapi juga kesiapan untuk memulai kehidupan baru di dalamnya dan berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat penerima, ” ungkapnya.
Di sudut lain, anak-anak tampak berlarian, sesekali membantu orang tua mereka membawa barang.
Tawa mereka pecah, menghidupkan suasana. Di balik segala keterbatasan, terselip optimisme yang perlahan tumbuh.
Hari itu, Dusun Tamansari tidak hanya dipenuhi paket bantuan, tapi juga dipenuhi harapan, kebersamaan dan keyakinan bahwa hari esok akan lebih baik. (Wan)

