Monday, October 12, 2026

Dari Duka ke Harapan, 120 Huntap Diserahkan untuk Warga Tapsel

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan menunjukkan komitmen nyata dalam pemulihan pasca bencana dengan menyerahkan 120 unit Hunian Tetap (Huntap) kepada masyarakat terdampak bencana, di Dusun Tamansari, Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat, (27/3/2026).

Penyerahan kunci Tahap I tersebut dilakukan langsung oleh dua Menteri Kabinet Merah Putih masing-masing Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pemulihan Pasca Bencana bersama Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu dan Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, kepada warga penerima manfaat.

- Advertisement -

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe serta sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda.

Baca Juga : Modus Investasi Fiktif Eks Pimpinan BNI Aek Nabara

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, penyerahan Huntap ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat terdampak bencana dapat kembali hidup layak, aman dan bermartabat.

” Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan masa depan baru bagi masyarakat dan juga kami pastikan seluruh hunian yang dibangun telah memenuhi standar kualitas, baik dari sisi konstruksi, ketersediaan air bersih, listrik, maupun fasilitas pendukung lainnya dan kawasan ini juga dirancang menjadi lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan untuk ditinggali, ” ujar Maruarar Sirait

Menurutnya, keberhasilan pembangunan Huntap di Tapsel ini adalah hasil kerja sama dan gotong royong banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan seperti Yayasan Buddha Tzu Chi, Pemkab Tapsel, BPS, BNPB, Kementerian Sosial, BPKP, PLN, serta PTPN sebagai penyedia lahan.

Ia juga menyatakan Huntap yang dibangun ini dapat menjadi contoh bahwa dengan kolaborasi yang kuat, pemulihan pasca bencana dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

” Kami berharap rumah ini dapat dimanfaatkan dengan baik, dijaga dan tidak diperjualbelikan, sehingga benar-benar menjadi tempat bagi masyarakat untuk memulai kehidupan yang lebih baik ke depan, ” terangnya.

Sementara, Mendagri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Pemulihan Pasca Bencana memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel yang dinilai sebagai salah satu daerah tercepat dalam penanganan pasca bencana dan menyebutkan, Kabupaten Tapsel layak menjadi contoh nasional.

“ Tapsel bisa menjadi role model. Kolaborasi pemerintah daerah, BPS, TNI-Polri dan seluruh unsur berjalan sangat baik untuk percepatan pembangunan Huntap ini, ” kata Tito.

Menutup pernyataannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan, keberhasilan ini menjadi bukti nyata sinergi nasional dalam membantu masyarakat bangkit dari bencana.

“ Ini contoh nyata gotong royong Indonesia. Negara hadir, masyarakat dibantu dan harapan baru dibangun kembali, ” pungkasnya.

Sedangkan Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara, Mujianto, mengatakan, bantuan Huntap ini merupakan wujud kepedulian dan cinta kasih kemanusiaan tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan.

” Kami dari Yayasan Buddha Tzu Chi hadir untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana agar dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik, ” jelas Mujianto

Yayasan Buddha Tzu Chi juga merasa bersyukur dapat berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan hunian ini.

Harapan kami, rumah yang dibangun tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi awal dari kehidupan baru yang penuh harapan bagi para penerima manfaat.

Kami juga berpesan agar hunian ini dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, tidak diperjualbelikan, serta menjadi tempat yang menghadirkan keharmonisan dan kebersamaan antar warga.

” Semoga bantuan ini membawa manfaat jangka panjang dan menjadi penguat semangat bagi masyarakat untuk terus bangkit, mandiri dan sejahtera, ” tuturnya

Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi atas perhatian besar pemerintah pusat dan Yayasan Kemanusiaan Budha Tzu Chi terhadap masyarakat Tapsel.

Gus Irawan menegaskan, Huntap ini merupakan bantuan kemanusiaan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga negara dan relawan.

“ Pemerintah pusat hadir luar biasa. Presiden, Wakil Presiden, hingga para menteri terus memberi perhatian. Ini bukti kesungguhan negara membantu rakyat dan juga membuktikan kehadiran negara benar-benar dirasakan sejak awal bencana hingga tahap pemulihan, ” ujar Gus Irawan

Bupati juga menekankan pentingnya validasi data korban dalam mempercepat penanganan, yang menurutnya menjadi kunci keberhasilan pembangunan Huntap.

” Berbagai bantuan telah disalurkan pemerintah, mulai dari santunan korban meninggal dunia, bantuan rumah rusak, perabotan, hingga bantuan ekonomi dan jaminan hidup bagi warga terdampak, ” katanya

Pembangunan Huntap ini merupakan bagian dari total 454 unit rumah, dengan rincian 120 unit telah selesai dan diserahkan, 227 unit masih dalam tahap pembangunan dan 107 unit ditargetkan rampung pada 20 April 2026.

Kawasan ini juga dilengkapi fasilitas umum seperti ruang terbuka hijau, masjid, Balai Desa, serta infrastruktur dasar lainnya.

Bupati Gus Irawan juga mengungkapkan, bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi bahkan melampaui komitmen awal.

” Selain rumah, warga juga menerima berbagai perabot seperti sofa, meja makan, lemari, hingga tempat tidur di setiap kamar, ” ungkapnya

Lihat Juga : Kronologi Penyekapan 10 Pemuda oleh Komplotan Begal di Tanjungbalai

Usai penyerahan kunci Huntap, Mendagri bersama Menteri PKP meninjau langsung sejumlah rumah warga di kawasan Huntap untuk memastikan kualitas bangunan, ketersediaan air bersih, listrik, serta kelayakan hunian.

Kebahagiaan dirasakan para penerima manfaat. Salah satunya Mayasari, warga Desa Hapesong Baru, yang mengaku terharu atas bantuan tersebut.

“ Semua bagus, mulai dari spring bed, sofa, sampai meja makan. Gratis tapi kualitasnya tidak gratisan, ” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Fahri Sari, warga lainnya, yang kini merasa kebutuhan dasar keluarganya telah terpenuhi, meski berharap adanya dukungan lanjutan berupa peluang kerja.(Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya