Monday, October 12, 2026

Abaikan Garis Henti, Simpang Dr. Mansyur Medan Jadi Titik Rawan Pelanggaran Lalu Lintas

Baca Juga

Wartalive.co.id – Persimpangan Jalan Dr. Mansyur Medan kini menjadi sorotan tajam akibat rendahnya kesadaran pengendara dalam mematuhi rambu lalu lintas. Pantauan di lokasi menunjukkan banyak pengguna jalan roda dua yang kerap melewati garis henti (stop line) saat lampu merah menyala. Fenomena ini tidak hanya menciptakan kesemrawutan, tetapi juga mengancam keselamatan para pejalan kaki dan pengendara lain yang melintas dari arah berlawanan.

Kondisi ini memicu keresahan mendalam bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut. Pelanggaran yang terjadi seolah telah menjadi pemandangan sehari-hari yang sulit ditertibkan. Ketidaksabaran pengendara dalam menunggu pergantian lampu sinyal menyebabkan penumpukan kendaraan di tengah persimpangan, yang sering kali mengunci arus lalu lintas dari jalur lainnya.

- Advertisement -

Lesmana, salah seorang pedagang yang setiap hari berjualan di sekitar lokasi, mengungkapkan kekesalannya terhadap perilaku buruk para pengendara tersebut. Menurutnya, intensitas pelanggaran di Simpang Dr. Mansyur sudah masuk dalam tahap yang mengkhawatirkan. Ia menyaksikan sendiri bagaimana ketidaktertiban ini berdampak buruk bagi lingkungan sosial di jalanan tersebut.

Baca Juga : Sertifikasi Wakaf Jadi Fokus, Kantah Padangsidimpuan Ikuti Rapat Bersama Kanwil BPN Sumut

“Banyak sekali lah orang yang melanggar lampu merah di Simpang Dr. Mansyur ini. Sudah banyak juga korbannya, ada yang tertabrak, ada yang berantam, ada yang adu mulut, macem-macem lah,” ujar Lesmana.

Lebih lanjut, Lesmana menjelaskan bahwa situasi akan semakin memburuk saat hari mulai beranjak sore. Pada jam-jam sibuk tersebut, angkutan kota (angkot) menjadi sorotan utama karena sering kali mengabaikan aspek keselamatan demi mengejar setoran. Baginya, para sopir angkot seolah memiliki pandangan yang berbeda terhadap warna lampu lalu lintas.

“Apalagi kalau sudah sore, lebih parah lagi. Angkot-angkot itu kalau sudah sore melanggar semua, lampu masih merah, di mata supir angkot itu lampu semua hijau,” tambah Lesmana. Fenomena ini menurutnya sangat membahayakan, mengingat volume kendaraan yang melintas di sore hari mencapai puncaknya.

Di sisi lain, para pengemudi ojek online (ojol) yang kerap mangkal di kawasan tersebut juga merasa terancam dengan perilaku ugal-ugalan pengendara lain. Ari, salah seorang driver ojol, menyatakan bahwa meski mereka mencoba untuk tertib, ancaman kecelakaan tetap mengintai akibat kecerobohan orang lain. Baginya, keselamatan adalah prioritas utama saat membawa penumpang.

Baca Juga : Perdagangan Ilegal Sisik Trenggiling Terungkap, Polisi Amankan Seorang Pelaku

“Kalau bicara melanggar lampu lalu lintas, di mana-mana pasti ada yang melanggar. Kami driver ini walaupun sudah hati-hati, orang lain yang tidak hati-hati dan bisa saja semua jadi korbannya. Ojol tidak boleh melanggar, karena nanti kami di-rating buruk sama customer,” tegas Ari. Ia berharap ada tindakan tegas dari pihak kepolisian untuk menertibkan para pelanggar agar Simpang Dr. Mansyur kembali aman bagi semua pengguna jalan.(Febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya