Wartalive.co.id – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kembali mengguyur Kota Sibolga, Sumatera Utara, selama dua hari terakhir, terhitung sejak Kamis (01/01/2026) hingga Jumat (02/01/2026). Kondisi tersebut memicu luapan Sungai Aek Doras dan menimbulkan kekhawatiran warga yang bermukim di kawasan bantaran sungai serta daerah rawan longsor.
Rasa waswas warga tak lepas dari trauma banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, yang menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah. Salah satu titik yang masih dianggap rawan berada di sekitar Sungai Aek Doras, tepatnya di Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara.
Seorang warga setempat, Andes, mengungkapkan bahwa hujan deras kerap membuat warga cemas meskipun sungai telah dilakukan pengerukan. “Kami selalu waswas kalau hujan turun lama. Untungnya sungai sudah dikeruk, jadi aliran air sekarang lebih lancar,” ujarnya.
Baca Juga : 3 Januari 2026, BMKG Tetapkan Padangsidimpuan Level Waspada Hujan Lebat
Namun demikian, warga menyebut debit air dari hulu sungai masih cukup besar setiap kali hujan deras terjadi. Hal ini membuat sebagian warga memilih untuk mengungsi sementara ke rumah kerabat yang berada di lokasi lebih aman. “Kalau hujan lebat, kami biasanya mengungsi. Masih trauma dengan banjir kemarin,” kata Lila, warga lainnya.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan warga Kelurahan Sibolga Julu, yang berada di sepanjang aliran Sungai Aek Doras. Salah seorang warga, Tobing, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipasi agar luapan air tidak berdampak lebih luas. “Kami berharap ada tindakan cepat dari pemerintah agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan keselamatan warga,” ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya, Ipul, menilai pendangkalan sungai masih menjadi persoalan utama yang menyebabkan air mudah meluap saat hujan deras. Ia mendesak agar normalisasi Sungai Aek Doras dilakukan secara berkelanjutan. “Normalisasi sungai sangat penting demi keselamatan warga yang tinggal di sekitar bantaran,” katanya.
Lihat Juga : WFC Pangururan Kini Miliki Lapangan Basket Terbuka
Warga berharap pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif di kawasan rawan banjir dan longsor, serta segera mengambil langkah teknis seperti pengerukan sungai apabila terjadi pendangkalan, guna meminimalisir risiko banjir susulan di tengah tingginya curah hujan.(Sry)
Sumber: Metro TV

