Wartalive.co.id – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR)
merespons aspirasi percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana
hidrometeorologi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi di Desa Marubun Lokkung, Kecamatan
Dolok Silou, Selasa (15/7/2026), Satgas PRR memastikan pembangunan
infrastruktur yang tengah berjalan dapat diselesaikan tepat sasaran
sehingga akses masyarakat dan aktivitas ekonomi dapat segera kembali
normal.
Kegiatan dipimpin Koordinator Wilayah Satgas PRR Brigjen TNI Fadjar
Tjahjono bersama Tenaga Ahli Satgas PRR Agung DH dan Serda Muhammad
Rafii Naadir. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan
penanganan ruas jalan yang terputus akibat longsor serta memperkuat
koordinasi dengan pemerintah daerah agar seluruh proses rehabilitasi dan
rekonstruksi berjalan sesuai rencana.
Baca Juga : Kemnaker Apresiasi Partisipasi Perusahaan dalam Program Pemagangan Nasional Angkatan II Batch 1 Tahun 2026
Longsor yang terjadi pada November 2025 mengakibatkan ruas jalan di
Dusun IV Bangun Baru, Desa Marubun Lokkung, terputus. Sesaat setelah
bencana, Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih langsung meninjau lokasi
dan menginstruksikan percepatan penanganan agar akses masyarakat segera
pulih. Pekerjaan darurat pun segera dimulai. Namun, kondisi cuaca yang
masih ekstrem memicu longsor susulan sehingga ruas jalan yang sedang
ditangani kembali mengalami kerusakan dan akses utama masyarakat kembali
terputus.
Untuk menjaga mobilitas warga, masyarakat setempat kemudian bergotong
royong membangun jembatan darurat yang sementara hanya dapat dilalui
kendaraan roda dua. Padahal sebelum bencana, ruas jalan tersebut
merupakan jalur utama yang setiap hari dilintasi kendaraan roda empat
dan truk pengangkut hasil perkebunan kelapa sawit. Kondisi itu
menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat belum dapat pulih sepenuhnya
sehingga pemerintah daerah merespons dengan pembangunan jembatan
permanen.
Berangkat dari kondisi tersebut, Satgas PRR meninjau langsung lokasi
longsor dan jembatan darurat yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.
Peninjauan kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama BPBD
Kabupaten Simalungun, unsur TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa,
serta tokoh masyarakat untuk mengevaluasi progres pekerjaan sekaligus
mempercepat penyelesaian berbagai kendala di lapangan.
Dalam paparannya, Pejabat Pembuat Komitmen BPBD Kabupaten Simalungun
Lusman Siagian menjelaskan pembangunan jembatan permanen telah berjalan
sekitar enam bulan sejak pemerintah daerah menetapkan status darurat
bencana. Selama pelaksanaan pekerjaan, tantangan berupa cuaca ekstrem,
kerusakan akses menuju lokasi, serta longsor susulan mengharuskan
dilakukan penyesuaian desain konstruksi, termasuk perubahan panjang
pemasangan box culvert dari sembilan meter menjadi 21 meter agar
struktur jembatan lebih kuat dan aman dalam jangka panjang.
Selain mempercepat pembangunan jembatan permanen, pemerintah daerah juga
akan segera merealisasikan jalur pengalihan sementara (detour) dengan
memanfaatkan lahan masyarakat agar konektivitas tetap terjaga selama
proses konstruksi berlangsung. Jembatan darurat juga akan tetap
difungsikan dengan pengaturan yang mengutamakan aspek keselamatan bagi
masyarakat maupun pekerja.
Lihat Juga : PT Agincourt Resources Berkomitmen Lestarikan Adat Angkola
Koordinator Wilayah Satgas PRR Brigjen TNI Fadjar Tjahjono menegaskan,
kehadiran Satgas PRR merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat untuk
memastikan setiap tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai
rencana serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.
“Saya ditunjuk sebagai Kepala Korwil dan saya bertanggung jawab hadir di
tempat ini untuk memastikan proses pembangunan harus segera
diselesaikan,” kata Fadjar.
Menurut Fadjar, ruas jalan di Desa Marubun Lokkung memiliki peran
strategis sebagai penggerak aktivitas ekonomi masyarakat sehingga
penyelesaiannya tidak boleh tertunda. Karena itu, Satgas PRR meminta
BPBD segera merealisasikan jalur pengalihan sementara serta memperkuat
koordinasi dengan Kodim 0207/Simalungun agar pelaksanaan pekerjaan di
lapangan berjalan lebih efektif. Satgas PRR juga akan terus mendampingi
pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai kendala sehingga
pembangunan jembatan permanen dapat diselesaikan tepat waktu.(Satgas PRR)

