Wednesday, October 28, 2026

Deklarasi Tolak Narkoba, Tapsel Perkuat Sinergi

Baca Juga

Wartalive.co.id, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H. Sofyan Adil Siregar, menghadiri Deklarasi Menolak Narkoba yang digelar Polres Tapsel di Aula Mapolres Tapsel, di Sipirok, Jumat (23/10/2026).

” Komitmen tersebut juga sejalan dengan seruan Bupati Gus Irawan Pasaribu yang terus menggaungkan perang terhadap tiga persoalan sosial, yakni narkoba, judi online dan rentenir, ” ujar Sekda H. Sofyan Adil Siregar, usai kegiatan Deklarasi Menolak Narkoba.

- Advertisement -

Deklarasi itu melibatkan unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta perwakilan pelajar.

Menurutnya, ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dengan ketahanan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Polres Tapsel Bongkar Kasus Narkoba, 7.314 Jiwa Diperkirakan Terlindungi

Narkoba mengancam kesehatan serta masa depan generasi muda, judi online berpotensi menghancurkan perekonomian keluarga, sedangkan jeratan rentenir dengan bunga tinggi dapat memperburuk kondisi ekonomi dan memperpanjang lingkaran kemiskinan.

” Karena itu, pemberantasan narkoba perlu dibarengi dengan pencegahan judi online, peningkatan literasi keuangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta perluasan akses pembiayaan yang aman dan terjangkau, ” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa perang terhadap narkoba, judi online, dan rentenir harus diwujudkan melalui langkah nyata, bukan sekadar deklarasi.

Upaya tersebut mencakup edukasi, pencegahan, penegakan hukum, pengawasan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bagi Tapsel yang tengah mempercepat pemulihan dan memperkuat kebangkitan pascabencana, ketahanan sosial dan ekonomi keluarga menjadi salah satu fondasi penting pembangunan daerah.

Masyarakat yang terlindungi dari bahaya narkoba, judi online, dan jeratan utang yang memberatkan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk bangkit, meningkatkan produktivitas, serta membangun masa depan keluarga yang lebih baik.

” Melalui deklarasi ini, Pemkab Tapsel berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, lembaga terkait, tokoh agama, tokoh adat, dunia pendidikan, dan masyarakat terus diperkuat demi melindungi generasi muda serta mewujudkan Tapsel yang sehat, cerdas, tangguh dan sejahtera, ” pungkasnya

Sebelumnya, dalam kegiatan tersebut, Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso, mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan tekad menolak narkoba dan mendukung upaya kepolisian memberantas peredaran gelap narkotika.

Menurut Kapolres, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam memerangi peredaran gelap narkotika serta melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kapolres menegaskan, pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

Masyarakat juga diimbau melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui indikasi peredaran narkoba, tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri.

” Keluarga, sekolah, tokoh masyarakat dan lingkungan tempat tinggal dinilai memiliki peran penting dalam mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini, ” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, kegiatan tersebut turut menyoroti upaya nasional pemberantasan narkotika melalui pengungkapan penyelundupan sekitar 1,16 ton ketamine di perairan Selat Malaka.

Lihat Juga: Penataan Pejabat Pemko Padangsidimpuan, Roni Gunawan Rambe Dipercaya Pimpin DLH

” Pengungkapan itu dilakukan melalui operasi gabungan yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Sumatera Utara, ” kata Kapolres.

Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, yang memimpin langsung kegiatan dari Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara dan disiarkan secara virtual menegaskan, keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja sama lintas lembaga dalam menghadapi jaringan penyelundupan narkotika.

” Dalam pengungkapan itu, barang bukti yang diamankan berupa ketamine dengan berat sekitar 1,16 ton yang dikemas dalam 58 karung, ” kata Kapolri melalui virtual zoom.

Kapolri mengatakan, pengungkapan tersebut menunjukkan besarnya ancaman peredaran gelap narkotika dan pentingnya koordinasi lintas lembaga serta keterlibatan masyarakat.

“ Ini adalah wujud nyata keseriusan kita semua. Aparat TNI-Polri bersatu, Bea Cukai, BNN, termasuk pemerintah daerah. Alhamdulillah, hari ini kita bisa mengungkap dan menangkap para penyelundup yang ingin menghancurkan anak bangsa kita, ” tegasnya.(Wan)

Warta Terbaru

Perkuat Sinergi, BRI BO Padangsidimpuan Serahkan Sarana Elektrik Kepada Kodim 0212/Tapsel

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Padangsidimpuan menyerahkan dukungan sarana elektrik operasional kepada Komando Distrik...

Artikel Menarik Lainnya