Wartalive.co.id, TAPANULI SELATAN – Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Jafar Syahbuddin Ritonga, mengajak sekitar 1.700 santri dari berbagai pondok pesantren untuk terlibat aktif dalam tiga gerakan besar, yakni memerangi narkoba, judi online (judol) dan kemiskinan.
Ajakan tersebut disampaikan saat mewakili Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, pada Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan SMP Negeri 1, Desa Pargarutan Tonga, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapsel, Kamis (22/10/2026)
Upacara bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” itu diikuti santri dari 35 pondok pesantren, dari total 44 pondok pesantren yang ada di Kabupaten Tapsel.
Baca Juga: Pemkab Tapsel Apresiasi Keberhasilan Satgas Yonif 123 Pamtas di Papua
Upacara tersebut turut dihadiri staf ahli Bupati, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Muslimat Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Jafar menegaskan bahwa pemulihan Tapsel pasca bencana hidrometeorologi yang melanda pada November 2025 membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar pesantren.
Menurutnya, bencana yang berdampak pada 14 dari 15 Kecamatan di Tapsel menjadi tantangan bersama yang tidak dapat diselesaikan pemerintah sendirian.
“ Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel dan Bapak Bupati, saya mengajak seluruh santri dan pemangku kepentingan pesantren untuk bersama-sama membangun kembali Tapsel. Kita ingin Tapsel pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat, ” ujar Jafar.
Ia menjelaskan, pemulihan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan rumah warga, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembentukan karakter masyarakat.
Jafar menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Tapsel yang sebelum bencana mencapai sekitar 5,75 persen sempat turun menjadi sekitar 2 persen.
Namun, melalui berbagai upaya pemulihan, pertumbuhan ekonomi daerah kembali meningkat mendekati capaian sebelum bencana.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan tiga gerakan utama yang menjadi komitmen Pemkab Tapsel. Pertama, perang melawan narkoba.
Jafar menegaskan, narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, pesantren, keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan Tapsel Bersih Narkoba.
“ Saya berharap tidak ada santri yang terlibat narkoba. Kita harus menjaga anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak, dan memiliki masa depan, ” tegasnya.
Kedua, perang melawan judi online. Jafar mengingatkan bahwa praktik judi online dapat merusak perekonomian keluarga, memicu konflik rumah tangga, serta menimbulkan persoalan sosial berkepanjangan.
Ia juga menyoroti data yang disampaikan dalam pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengenai sekitar 20.000 warga Tapsel yang tercatat terjerat pembiayaan melalui program yang disebutnya Amarta.
Ia turut menyinggung jumlah warga Kecamatan Angkola Timur yang mencapai lebih dari seribu orang.
Lihat Juga: Umrah Maritim Digagas, Peluang Ekonomi Baru bagi Pantai Barat Sumatera
Jafar mengajak pimpinan pesantren, ustaz dan santri berperan dalam mengedukasi masyarakat agar menjauhi narkoba dan judi online.
Ketiga, perang melawan kemiskinan. Pemkab Tapsel, kata Jafar, terus mendorong pemberdayaan ekonomi produktif agar masyarakat mampu meningkatkan pendapatan secara mandiri dan tidak bergantung pada pinjaman berbunga tinggi.
Sejumlah program yang didorong antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah untuk komoditas jagung dan kopi dengan skema bunga nol persen sesuai ketentuan program, pengembangan pertanian bawang putih, serta program Seribu Kolam untuk memperkuat sektor perikanan masyarakat.
Ia secara khusus meminta agar pondok pesantren turut memperoleh kesempatan dalam program pemberdayaan tersebut sehingga dapat berkembang sebagai pusat pendidikan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“ Saya sudah meminta kepada jajaran dinas terkait agar pondok pesantren turut diprioritaskan dalam program-program pemberdayaan ekonomi. Jika ada program pertanian, bawang putih, kopi, jagung, maupun perikanan, pesantren harus diberi kesempatan untuk ikut berkembang, ” katanya.
Terkait kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Jafar menyampaikan, pemerintah daerah terus memantau kualitas udara dan mengevaluasi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Keputusan mengenai kemungkinan peliburan sekolah akan mempertimbangkan perkembangan kondisi udara serta data dari Dinas Kesehatan.
Jafar menegaskan, keberhasilan pembangunan dan pemulihan Tapsel membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Ia berharap santri menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan pesan antinarkoba, menolak judi online, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“ Kami, Bupati dan Wakil Bupati, akan terus berjuang untuk kemajuan Tapsel. Namun, kami tidak mungkin bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan peran nyata seluruh stakeholder, termasuk para pimpinan pondok pesantren dan santri, ” ujarnya.
Selain menyampaikan pesan pembangunan daerah, Jafar juga membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. KH. Nasaruddin Umar, dalam rangka Hari Santri Nasional 2026.
Amanat tersebut menekankan pentingnya mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui Resolusi Jihad yang dicetuskan KH.
Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.
Melalui tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, para santri diajak memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, mengembangkan inovasi, meningkatkan kemandirian, serta menjaga akhlak mulia.
Pesantren juga diharapkan terus menjalankan tiga fungsi utamanya, yaitu pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat, tanpa meninggalkan tradisi luhur yang menjadi identitasnya.(Wan)

