Wartalive.co.id, TAPANULI SELATAN – Kerusakan jalan nasional di Jalan Lintas Sipirok–Tarutung, tepatnya di Dusun Aek Sulum, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menjadi perhatian serius pemerintah.
Perbaikan ruas jalan yang terdampak longsor pada November 2025 tersebut didorong untuk dipercepat guna menjamin keselamatan pengguna jalan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Untuk memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pasca bencana meninjau langsung lokasi kerusakan, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Remaja 17 Tahun Diduga Terlibat Kasus Ganja, Polres Padangsidimpuan Lakukan Penindakan
Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Tapsel, H. Sofyan Adil Siregar, mendampingi tim Satgas PRR yang terdiri dari Brigjen TNI Fadjar Tjahjono serta Gunadi Antariksa dan Dermawan Atlan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 14.10 WIB dan disambut perwakilan PT Adhi Karya selaku pihak yang menangani perbaikan jalan nasional tersebut.
Peninjauan dilanjutkan dengan diskusi mengenai kondisi jalan, perkembangan pekerjaan, serta langkah penanganan yang diperlukan.
Sekda Tapsel Sofyan Adil Siregar menjelaskan, kerusakan jalan tersebut bermula dari longsor pada November 2025 yang mengakibatkan sebagian badan jalan amblas.
Kondisi ini kembali menjadi perhatian setelah sebuah mobil dilaporkan terperosok dan jatuh di lokasi tersebut beberapa hari sebelumnya.
“ Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung tindak lanjut penanganan jalan yang sebelumnya terdampak longsor. Kondisinya menjadi perhatian karena beberapa hari lalu ada kendaraan yang terperosok dan jatuh. Karena itu, kita perlu memastikan bagaimana perkembangan penanganannya di lapangan, ” ujar Sofyan.
Berdasarkan hasil peninjauan, jalan tersebut saat ini sudah dapat dilalui kendaraan. Namun, sistem buka-tutup jalur masih diberlakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga keselamatan pengendara yang melintas.
Sofyan mengatakan, berdasarkan informasi dari PT Adhi Karya, penanganan jalan direncanakan melalui pelurusan trase atau jalur jalan.
Proses tersebut membutuhkan pengaturan lalu lintas agar pekerjaan dapat berlangsung tanpa mengabaikan aksesibilitas dan keselamatan pengguna jalan.
“ Harapan kita, pekerjaan dapat berjalan simultan dengan pengaturan akses agar jalan tetap bisa dilewati.
Mudah-mudahan sebelum Nataru kondisinya sudah aman. Kita juga akan terus memonitor dan berkoordinasi apabila ada situasi yang memerlukan penanganan bersama, ” katanya.
Lihat Juga: Kebanggaan Tabagsel, 450 Prajurit Yonif 123/Rajawali Pulang Dari Papua Dengan Selamat
Pemkab Tapsel, lanjut Sofyan, akan terus memantau perkembangan perbaikan dan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila diperlukan penanganan lebih lanjut.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi jalan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.
Ia juga mengimbau para pengemudi dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan tersebut, mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas selama sistem buka-tutup jalur diberlakukan.
Pemkab Tapsel berharap percepatan penanganan jalan amblas tersebut dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan serta menjaga kelancaran arus transportasi di jalur Sipirok–Tarutung, khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru.
“ Saya minta kepada para pengemudi dan pengguna jalan yang melintas di lokasi ini untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta bersabar mengikuti sistem buka-tutup jalur. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama, ” tegasnya.(Wan)

