Wartalive.co.id, TAPANULI SELATAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian (saprodi) tahap II kepada dua kelompok tani jagung pipil di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, Rabu (14/10/2026).
Penyerahan bantuan dipimpin Wakil Ketua III BAZNAS Tapsel, Tua Pardomuan Harahap, bersama jajaran staf pelaksana BAZNAS Tapsel, dihadiri pengurus dan anggota kelompok tani penerima manfaat dari kedua wilayah.
Bantuan tersebut disalurkan di Desa Marsada, tepatnya Aek Latong dan Kelurahan Bunga Bondar, sebagai upaya memperkuat ekonomi petani dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Baca Juga: Perang Narkoba, Polres Padangsidimpuan Sita Puluhan Kilo Ganja dan Hampir Setengah Kilo Sabu
Bantuan yang diberikan meliputi pupuk, herbisida dan insektisida berkualitas untuk mendukung perawatan tanaman jagung sesuai fase pertumbuhannya.
Penyaluran dilakukan secara bertahap agar kebutuhan petani dapat terpenuhi tepat waktu dan sesuai kondisi tanaman di lapangan.
Tua Pardomuan Harahap, mengatakan, penyaluran bantuan secara bertahap merupakan bagian dari upaya memastikan dana umat yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dikelola secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain penyaluran bantuan, BAZNAS Tapsel juga melakukan pendampingan dan pengawasan secara berkala.
Langkah ini bertujuan memastikan petani menggunakan pupuk serta obat-obatan pertanian sesuai dosis dan jadwal yang dianjurkan, sehingga risiko kegagalan panen dapat ditekan.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tapsel, Jon Sujani Pasaribu, menjelaskan, bantuan modal usaha tani disalurkan dalam bentuk barang kebutuhan pertanian, bukan uang tunai.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan digunakan sesuai kebutuhan dan mendukung keberhasilan usaha tani penerima manfaat.
Lihat Juga: Bupati Gus Irawan Apresiasi Pembangunan Jalan Di Arse
“ Pendistribusian zakat produktif ini kami berikan langsung dalam bentuk sarana produksi yang dibutuhkan petani, bukan uang tunai, ” kata Jon Sujani, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, kebijakan ini penting untuk memastikan bantuan benar-benar tepat guna dan tepat sasaran, sehingga potensi keberhasilan panen para petani semakin tinggi.
Ia menambahkan, BAZNAS Tapsel memperhatikan kualitas sarana produksi yang disalurkan, mulai dari benih, pupuk, hingga obat-obatan pertanian.
Bantuan tersebut diharapkan dapat diterima petani pada waktu yang tepat agar pemanfaatannya lebih optimal.
Ia menambahkan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mengembangkan zakat produktif untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya petani yang tergolong mustahik atau penerima zakat.
BAZNAS Tapsel berharap kelompok tani di Desa Marsada dan Kelurahan Bunga Bondar mampu meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan, serta tumbuh menjadi petani mandiri yang dapat memperkuat perekonomian keluarga.
” Melalui program pemberdayaan ini, BAZNAS Tapsel berupaya menjadikan pengelolaan zakat tidak hanya sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, ” terangnya. (Wan)

