Wednesday, October 28, 2026

Pulihkan Ekonomi Pasca Bencana, Gus Irawan Ajak Warga Bergerak

Baca Juga

Wartalive.co.id, TAPANULI SELATAN – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai agama, memerangi narkoba dan praktik rentenir, serta membangun kemandirian ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pasca bencana.

Ajakan tersebut disampaikan Gus Irawan saat menghadiri Pengajian Akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Saipar Dolok Hole (SD Hole), di Desa Batang Garut Parsuluman, Kecamatan SD Hole, Minggu (18/10/2026).

- Advertisement -

Kegiatan itu turut dihadiri Anggota DPRD Tapsel M. Rawi Ritonga, tokoh masyarakat Sumatera Utara yang juga mantan Bupati Tapsel, H. Syahrul M. Pasaribu, Ketua TP PKK Tapsel, Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, sejumlah pimpinan OPD Tapsel, Plt. Camat SD Hole, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setdakab Tapsel, pengurus BKMT tingkat Kecamatan dan Desa, alim ulama, tokoh masyarakat, serta jamaah BKMT Kecamatan SD Hole.

Baca Juga: CINTA SEPTRINI, PEMAIN KEBANGGAAN TABAGSEL PERKUAT TIM BOLA TANGAN SUMATERA UTARA DI KEJURNAS 2026

Dalam arahannya, Gus Irawan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung masyarakat, terutama peningkatan kesejahteraan dan penurunan angka kemiskinan.

“ Ukuran pembangunan bukan sekadar jalan yang semakin bagus atau infrastruktur yang semakin baik. Yang harus kita ukur adalah manfaat pembangunan itu bagi masyarakat, apakah kesejahteraan meningkat dan kemiskinan berkurang, ” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemulihan Kabupaten Tapsel setelah bencana pada November 2025 masih membutuhkan kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Kondisi tersebut semakin menantang di tengah keterbatasan fiskal daerah akibat efisiensi anggaran dan belum pulihnya aktivitas sejumlah sektor ekonomi.

Untuk itu, Gus Irawan mendorong pemerintah daerah lebih aktif mencari peluang program pemerintah pusat agar dukungan anggaran dan manfaat pembangunan dapat menjangkau masyarakat Tapsel.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat sektor produktif yang menjadi sumber penghidupan masyarakat, seperti pertanian, perkebunan, perikanan.dan peternakan.

Sejumlah program yang didorong Pemkab Tapsel di antaranya pengembangan 1.000 hektare tanaman jagung, perluasan areal kopi, program Seribu Kolam, serta pengembangan ayam petelur.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi, membuka peluang usaha, memperkuat ekonomi keluarga, dan menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan.

Gus Irawan juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memastikan pendataan kelompok tani, calon petani dan calon lahan dilakukan dengan baik agar masyarakat memenuhi persyaratan untuk mengakses bantuan pemerintah.

“ Program yang ada di APBN harus kita upayakan agar bisa masuk ke Tapsel. Kita harus aktif mencari peluang dan memastikan masyarakat kita siap menerima program tersebut, ” ujarnya.

Selain mendorong pemulihan ekonomi, Gus Irawan mengajak masyarakat menjadikan kegiatan keagamaan sebagai sarana memperkuat persatuan, membangun kepedulian sosial, dan membentengi keluarga dari berbagai persoalan sosial.

Ia secara khusus menyerukan gerakan bersama untuk memerangi penyalahgunaan narkoba dan praktik rentenir yang dinilai dapat merusak kehidupan keluarga serta memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum.

” Keterlibatan keluarga, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah peredaran serta penyalahgunaan narkoba. ” katanya.

Sementara itu, masyarakat diimbau menghindari jeratan pinjaman berbunga tinggi dengan memperkuat kemandirian ekonomi dan memanfaatkan akses pembiayaan yang lebih sehat sesuai ketentuan.

Lihat Juga: Bupati Resmikan STAI Darul Husna Dorong Pendidikan Tinggi Berkualitas di Labusel

Gus Irawan berharap BKMT tidak hanya menjadi wadah memperdalam ilmu agama, tetapi juga berperan aktif mempererat persaudaraan dan menggerakkan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.

Ia menambahkan, pemerintah daerah memiliki agenda turun langsung ke desa-desa secara berkala, termasuk pada akhir pekan, untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memantau pelaksanaan program pembangunan.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Tapsel berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung pemulihan pasca bencana, memperkuat ketahanan sosial, serta mewujudkan Tapsel yang bangkit dan semakin sejahtera.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi kabut asap ketika beraktivitas di luar ruangan.

” Masyarakat diminta mematuhi anjuran kesehatan serta tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan yang dapat memperburuk kualitas udara dan membahayakan lingkungan, ” imbaunya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Sumatera Utara yang juga mantan Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kekompakan dan mendukung pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Ia mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah berpotensi menghadapi tekanan akibat efisiensi anggaran, berkurangnya transfer pemerintah pusat, serta belum optimalnya aktivitas ekonomi sejumlah sektor pasca bencana.

Karena itu, Syahrul menilai kebersamaan dan dukungan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk membantu pemerintah mencari sumber-sumber program pembangunan, termasuk melalui anggaran pemerintah pusat.

“ Kalaupun kesempatan membangun mungkin berkurang, semangat untuk membangun tidak boleh menurun, ” pesannya.

Syahrul juga mengajak jamaah mendoakan Bupati beserta seluruh jajaran Pemkab Tapsel agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menjalankan tugas serta mencari solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat.

Ia turut mengapresiasi keberlangsungan BKMT yang telah dirintisnya sejak 2011 lalu.

Menurutnya, organisasi tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat kegiatan keagamaan dan kebersamaan masyarakat hingga tingkat desa dan dusun.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam kegiatan tersebut Gus Irawan bersama jajaran menyerahkan tali asih dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tapsel kepada lima anak yatim, yang masing-masing menerima bantuan sebesar Rp100.000.

Pengajian akbar tersebut juga diisi tausiyah agama oleh Al-Ustadz Ilhamsyah.(Wan)

Warta Terbaru

Perkuat Sinergi, BRI BO Padangsidimpuan Serahkan Sarana Elektrik Kepada Kodim 0212/Tapsel

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Padangsidimpuan menyerahkan dukungan sarana elektrik operasional kepada Komando Distrik...

Artikel Menarik Lainnya