Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN – Seorang siswa kelas V SD Negeri 200309 Padangsidimpuan, Restu Zahir Wijaya, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dekat mesin pompa air di lingkungan sekolah, Desa Purwodadi, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Rabu (14/10/2026).
Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit.
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval N.G Desky yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP H Naibaho, Senin (19/10/2026), membenarkan peristiwa tersebut.
Berdasarkan laporan, korban berusia 12 tahun dan merupakan warga Desa Purwodadi, Kota Padangsidimpuan.
Baca Juga: Masjid Al-Karim Panyanggar Terima Sertifikat Tanah Wakaf
Polisi menduga korban tersengat arus listrik dari mesin pompa air yang berada di dekat rumah dinas sekolah.
Namun, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Fitri Hayati (46), seorang guru PNS, yang menemukan korban dalam posisi telungkup di dekat mesin pompa air, di antara dinding rumah dinas sekolah dan dinding beton sumur.
Mengetahui kondisi korban, Fitri meminta bantuan guru lainnya agar korban segera mendapatkan pertolongan medis.
Korban kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan awal. Namun, pihak puskesmas menyarankan agar korban segera dibawa ke rumah sakit.
Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Meta Medika Padangsidimpuan. Setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Bhabinkamtibmas dari Kepala Desa Purwodadi. Personel kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Personel Polres Padangsidimpuan bersama Tim Identifikasi dan personel Polsek Batunadua tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan indikasi adanya aliran listrik pada badan mesin pompa air.
Hal itu diketahui setelah dilakukan pengecekan menggunakan alat tespen yang menunjukkan lampu menyala saat ditempelkan pada badan mesin.
Berdasarkan keterangan petugas PLN, ditemukan kebocoran pada elemen atau gulungan kabel listrik di dalam mesin pompa air yang menyebabkan badan mesin dialiri arus listrik.
Mesin pompa air tersebut diketahui terhubung dengan instalasi listrik rumah dinas sekolah, dengan sakelar berada di bagian dapur.
Sementara itu, posisi mesin pompa air berada sekitar 50 sentimeter dari dinding beton sumur.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan, yakni satu unit mesin pompa air yang masih terpasang di lokasi, satu utas kabel listrik, serta satu pasang pakaian sekolah milik korban.
Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan guna menjalani pemeriksaan visum et repertum.
Berdasarkan hasil visum yang dilakukan dokter Novita Sari Lubis, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, antara lain luka memar pada pipi kanan, lengan atas kiri dan lengan kanan, luka lecet pada siku kanan serta lengan kiri, dan luka bakar tidak beraturan di bagian belakang siku tangan kiri.
Lihat Juga: Kejari Padangsidimpuan Musnahkan 6,36 Kg Ganja dan 152,21 Gram Sabu
Pemeriksaan juga menunjukkan adanya kaku mayat dan lebam mayat yang sebagian telah terbentuk.
Dalam kesimpulan visum, luka bakar disebut disebabkan oleh kekerasan akibat panas, sedangkan luka memar dan lecet disebabkan oleh kekerasan tumpul.
Meski demikian, hasil pemeriksaan tersebut belum menetapkan penyebab pasti kematian korban.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab meninggalnya siswa tersebut.
Dalam proses penanganan kasus ini, pihak kepolisian menyarankan keluarga agar jenazah korban menjalani autopsi untuk membantu memastikan penyebab kematian.
Namun, keluarga menyatakan tidak bersedia dan mengajukan surat permohonan kepada Kapolres Padangsidimpuan agar autopsi tidak dilakukan.
Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani ayah kandung korban bersama para saksi dan diketahui Kepala Desa Purwodadi.
” Setelah proses penanganan dan pemeriksaan yang dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka, ” terang Kasat. (Wan)

